masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Tim Pansus Covid-19 dari DPRD Provinsi Sumatera Utara lakukan kunjungan kerja ke Kantor Walikota Binjai. Bertempat di Aula Pemerintah Kota Binjai Jalan Sudirman No. 06 Kota Binjai, Sabtu, (13/06/2020).
Kunjungan kerja Tim Pansus Covid-19 tersebut bertujuan Silaturahmi, dan sekaligus ingin melihat, sejauh mana kesiapan Pemerintah Kota Binjai dalam penanganan dan pencegahan Virus Corona di ruang lingkup masyarakat Kota Binjai.
Pada kunjungan ke Kota Binjai kali ini, juga langsung di pimpin Ketua Pansus Covid-19 DPRD Provinsi Sumatera Utara Akbar Himawan Buchari, S.H. yang di sambut oleh Walikota Binjai HM. Idham, S.H., M.Si. dan beberapa PJU Kota Binjai.
Selain Ketua Pansus Akbar Himawan Buchari, S.H. dan Walikota Binjai HM. Idham, S.H., M.Si., hadir juga anggota Pansus Covid-19, Tim Ahli DPRD Sumatera Utara Dr. Aswan Jaya, S.H., M.Kom. dan Ronggur Raja Doli Simorangkir, Kassubag Per-UU, Staf Pansus DPRD SU.
Selain itu, hadir juga Sekdako Binjai M. Mahfullah P Daulay, S.STP., M.A.P., Dandim 0203/Lkt Letkol Inf Bachtiar Susanto, Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, S.I.K., Kajari Binjai Andri Ridwan, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Binjai Fauzul Hamdi, S.H., Kaposko Covid-19 Binjai, Kadiskes Binjai, Kadishub Binjai serta seluruh SKPD Kota Binjai.
Di dalam sambutannya, Walikota Binjai HM. Idham, S.H., M.Si. mengatakan, pasca Hari Raya Idul Fitri adalah salah satu penyebab meningkatnya kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Binjai. Sehingga, Kota Binjai masuk ke dalam zona merah untuk sebaran Covid-19.
"Hal ini terjadi pasca Hari Raya Idul Fitri kemarin, sehingga Kota Binjai masuk ke dalam zona merah. Namun, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pencegahan, diantaranya dengan merutinkan penyemprotan Disinfektan serta selalu melakukan himbauan ke masyarakat," kata HM. Idham.
Terkait masalah bantuan Jaminan Pengaman Sosial (JPS) dirinya juga mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Untuk bantuan sendiri sudah di salurkan ke masyarakat dalam 2 tahap.
"Ada 2 tahap bantuan yang sudah kami salurkan ke masyarakat, dengan rincian : tahap I ada 45000 paket, yang tersalurkan sekitar 42.949 paket sisanya ada 2.051 paket lagi. Sedangkan, untuk tahap II juga sama, ada 45.000 paket bantuan yang masuk, sudah tersalurkan sebanyak 43.000 paket, dan tersisa 2000 paket lagi," papar Walikota Binjai.
Terkait penerapan New Normal yang akan segera di berlakukan di Sumatera Utara dan Kota Binjai khususnya, Walikota Binjai juga sudah mempersiapkannya Peraturan Walikota (Perwal) No. 16 TA 2010 tentang Karantina Kesehatan, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Binjai.
"Kami juga sudah terbitkan Perwal No. 16 Tahun 2010 tentang Karantina Kesehatan. Dan saat ini sudah mulai tahap sosialisasi kepada masyarakat," tandanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari, S.H. juga menyampaikan, pihaknya sangat bangga dan sekaligus mengapresiasi atas kinerja Walikota Binjai dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Binjai.
"Kita patut bangga dan apresiasi terhadap kenerja yang sudah di lakukan Walikota Binjai dan Jajarannya. Kami (Pansus), di bentuk untuk mendukung dan membantu penanganan Covid-19 di Sumut," ucap Akbar Himawan Buchari.
Kami juga berharap kepada Walikota, apabila ada pasien yang sudah di Swab PCR dan memang terkonfirmasi, usahakan segera di bawa ke Rumah Sakit yang ada di Medan seperti RS Adam Malik dan RS USU, yang saat ini menjadi RS utama yang ditunjuk Pemerintah Provinsi sebagai RS yang menangani Covid 19 di Sumut," lanjutnya kembali.*
Laporan : Raiyan
Editor : Hendra


