• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Syarat Wajib Ngaji di Masa Pandemi Covid-19, Surat Ijin Orang Tua

    22/06/20, 16:26 WIB Last Updated 2020-07-07T15:09:59Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Foto : Santri saat melaksanakan pengajian

    TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Upaya pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan dini, serta ikhtiar memutus mata rantai Corona Virus Disease (Covid-19) terus dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, merujuk Surat Edaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Nomor : B-849/Kk.13.08.1/Kp.01.1/03/2020 sebagai tindaklanjut edaran sebelumnya dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur salah satunya tentang proses belajar mengajar Taman Pendidikan Al- Qur'an (TPQ) untuk sementara waktu mengikuti anjuran pemerintah yaitu di liburkan sampai virus corona mereda.

    Kegiatan belajar mengajar di TPQ Baitul Jannah Dusun Bengkingan Desa Kalirejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo mulai di laksanakan kembali menimbang usulan dari wali santri yang membuat surat pernyataan serta mulai meredanya dari awal zona merah bergeser ke zona kuning.

    Kepala TPQ Baitul Jannah Ustadzah Endang Yuliati mengatakan semenjak merebaknya virus corona di Kabupaten Probolinggo, pihaknya sudah meliburkan santrinya sampai saat ini kurang lebih 4 bulan lamanya.

    "Kami tak mau ambil resiko, sebetulnya kasihan anak anak lama nggak ngaji, tapi demi keselamatan dan kesehatan anak santri maka kami liburkan, karena dengan berkerumun anak anak di musholla sangat rentan tertular virus corona", kata Ustadzah Yuliati, baru-baru ini.

    Dengan jumlah santri kurang lebih 80 anak ini bukan hal yang mudah mengatur dalam proses belajar mengajar di TPQ Baitul Jannah ini," Kami terapkan Protokol Covid yaitu jaga jarak, wajib pakai masker, cuci tangan serta wajib membawa surat ijin orang tua untuk mengaji lagi", ujar Yuliati.

    "Dengan sistem tiga sesi (sesi pertama jam 14.00 s/d 15.30, sesi kedua jam 15.30 s/d 16.30 dan sesi ke tiga jam 17.00 s/d 19.00) dengan tujuan meminimalisir berkumpulnya anak santri di musholla," pungkasnya.

    Ditempat terpisah Suwarno selaku wali santri mengatakan, "Kami memang mendesak Ustadzah Yuliati untuk membuk kembali ngajinya, karena selama libur ngaji anak saya main terus, saya khawatir kalau terlalu lama libur bisa lupa ngajinya", ujar Suwarno ayah dari Rilo salah satu Santri TPQ Baitul Jannah.*

    Laporan  : Taufiq
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan