masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bangli - Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Bangli kembali melaksanakan pelatihan dan penyuluhan bagi sopir angkutan, Rabu (10/6/2020) bertempat di halaman Mako Satlantas Polres Bangli. Selain mendapat pelatihan, mereka juga mendapat insentif dari Polri berupa uang tabungan senilai Rp 600 ribu tiap orang tiap bulan selama tiga bulan.
Kasatlantas Polres Bangli, AKP I Ketut Sukadana mengatakan sebanyak 233 sopir yang terdaftar mengikuti. "Pelatihan ini merupakan salah satu program pemerintah pusat yakni Jaring Pengaman Sosial (JPS) dengan sasaran para pengemudi," terangnya.
Saat ini mereka mengikuti pelatihan tahap 2, dimana setiap hari ada 30 sopir yang dilatih dan dibagi menjadi dua gelombang setiap harinya. "Jadi gantian, per gelombang lima belas (15) orang sesuai protokol kesehatan Covid-19,"sebut perwira asal Gumi Makepung, Jembrana ini.
Pelatihan pertama sudah diberikan beberapa waktu lalu berkaitan dengan sosialisasi dan pencegahan covid-19. Lalu dilanjutkan pelatihan tentang safety riding, teknik tata cara mengemudi, cek kelengkapan diri dan kendaraan, penggunaan sabuk keselamatan, selalu memperhatikan rambu rambu lalulintas, jaga keselamatan diri dan orang lain serta pelaksanaan praktek mengemudi.
Dengan program ini, diharapkan bisa membantu menghambat perkembangan atau menekan perkembangan virus copid-19 dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif demi terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dalam berlalulintas yang tetap kondusif saat penanganan virus corona di seluruh wilayah hukum Polres Bangli dan Polda Bali.
"Dengan semakin meningkatnya wabah virus Corona yang masih menjadi trending topic hingga hari ini, meskipun saat ini di Bangli kasusnya telah landai. Sebagai seorang sopir angkutan apa pun, mereka sangat rawan terpapar virus tersebut karena aktivitasnya di jalan raya,"urai mantan Kanit PJR Polda ini.
"Dengan semakin meningkatnya wabah virus Corona yang masih menjadi trending topic hingga hari ini, meskipun saat ini di Bangli kasusnya telah landai. Sebagai seorang sopir angkutan apa pun, mereka sangat rawan terpapar virus tersebut karena aktivitasnya di jalan raya,"urai mantan Kanit PJR Polda ini.
Pada penyuluh kali ini, mereka diberikan delapan poin arahan penting. Pertama, penerapan pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup dan olahraga, stop rokok dan alkohol. Hindari berpergian ke tempat keramaian atau ke daerah yang terjangkit virus coroba.
Gunakan masker bila harus beraktivitas di tempat umum atau keramaian. Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Tidak menyentuh mata, mulut atau hidung sebelum mencuci tangan.Tidak melakukan kontak jarak dekat kurang dari 1 meter seperti berjabat tangan.
Gunakan masker bila harus beraktivitas di tempat umum atau keramaian. Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Tidak menyentuh mata, mulut atau hidung sebelum mencuci tangan.Tidak melakukan kontak jarak dekat kurang dari 1 meter seperti berjabat tangan.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin lalu buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. Serta, hindari berdekatan dengan orang yang sedang flu.
Sementara salah seorang supir truk, I Nyoman Sumirda asal Bebalang mengaku, dampak virus corona sangat berpengaruh terhadap kehidupannya. Sekarang ini tak bisa bekerja lagi tanpa penghasilan."Saya bersyukur dengan bantuan dan pelatihan ini," akunya.*
Laporan : Agung DP/ Iskandar
Sumber : Humas

