masukkan iklan disini
Foto : Perbekel Bukian, I Made Junarta (kemeja putih)
TRIBUANANEWS.COM | Gianyar - Dengan keterbukaan informasi di masa sekarang ini kadang banyak berita hoax beredar yang di upload di media sosial (medsos) dan masyarakatpun dengan latah shere berita yang tidak jelas dari mana sumber beritanya.
Dijelaskan oleh Perbekel Bukian, I Made Junarta hal seperti inilah yang membuat masyarakat bingung untuk menafsirkan karena simpang siur informasi yang kurang jelas dari mana sumber berita itu.
Lebih lanjut disampaikan I Made Junarta, ia tidak setuju dengan adanya berita yang beredar di (medsos) yang ujung-ujungnya ada kepentingan salah satu golongan tetapi masyarakat tidak faham bahwa itu adalah berita hoax.
Ditengah-tengah masa pandemi seperti sekarang ini, terang I Made Junarta, banyak sekali pemberitaan yang berjudul bantuan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu, selanjutnya pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan pelaksanaan, hal semacam itu bisa dibilang hoax.
"Untuk kesejahteraan warga masyarakat Bukian Made Junarta berpedoman perbup no.4/2017.dan itu sudah jelas untuk kegunaan dan pelaksanaannya," imbuhnya.
I Made Junarta adalah seorang tokoh masyarakat, ia menjabat sebagai perbekel/ kepala desa Bukian kecamatan Payangan Gianyar Bali dari tahun 2007 sampai sekarang.
"Saya hanya mengabdi demi kesejahteraan masyarakat desa Bukian kec.payangan,tak banyak yang saya bisa berikan kepada warga kami,semoga apa yang telah saya lakukan bermanfaat di kemudian hari," paparnya.
"Saya hanya mengabdi demi kesejahteraan masyarakat desa Bukian kec.payangan,tak banyak yang saya bisa berikan kepada warga kami,semoga apa yang telah saya lakukan bermanfaat di kemudian hari," paparnya.
Sebagai perbekel Made Junarta selalu akrab dengan warga, ini di buktikan dengan selalu bekerja dan gotong royong dalam setiap waktu, sehingga warga menjadi lebih dekat dan kebersamaan.*
Laporan : Arifin

