masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sulawesi Tenggara - Mencoba masuk Mako Sat Brimob Sulawesi Tenggara orang Tak Dikenal (OTK) diduga jaringan Teroris di bekuk dan dilumpuhkan petugas piket, Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.20 WITA.
Dari keterangan saksi, Pria itu berjalan melawan arus dari arah Konda/Kabupaten Konsel langsung masuk ke Mako Satuan Brimobda Sultra bersamaan dengan masuknya kendaraan KBR Den Gegana.
Kemudian dengan sigap dihentikan oleh piket jaga namun pria tersebut tidak terima dihentikan dan turun dari motornya dan melakukan pemaksaan sambil meneriakkan kalimat tauhid dan memancing personil jaga melakukan penembakan kepada dirinya.
Dari pemeriksaan awal, Pria yang berprofesi sebagai petani tersebut diketahui berinisial S (24) warga Desa Pudahoa, Kelurahan Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konsel dan saat ini terus di lakukan pemeriksaan secara intensif oleh petugas.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan Barang bukti diantaranya Helm standar merk Bogo, Sepatu kets merk Air Pro, Payung, HP merk Nokia 2 buah, HP merk Oppo 1 buah,
Tas samping warna hitam,
Jam tangan, Sorban warna coklat, Songko/peci, Masker scuba, Uang kertas Rp. 2000, Uang kertas senilai 1 Ringgit Malaysia, Korek api 1 buah, Sikat gigi, Kayu Siwak, Paku 1 buah, Parfum, Cas HP Samsung, Kartu Kontrol Dinkes Puskesmas Mowila, Kunci Motor, KTP Elektronik 2 buah (suami istri), SIM C, Kartu Listrik, ATM BRI, Bensin 1 liter dalam botol Aqua besar, Motor merk Supra X 125CC, Rokok Surya, 1 Rol Kabel Listrik, Sendal Flashdisk, Kawat spul dinamo,Obeng plat, Busi motor
dan Gagang besi (senjata api pukul rakitan).
Sementara itu, di seputaran lokasi Dansat Brimob Kombes Pol Adarma Sinaga tampak langsung melakukan penjagaan ekstra di Mako Brimobda Sultra untuk mengantisipasi dugaan penyerangan susulan kepada pihaknya.
" Dari hasil introgasi, motif dari terduga Pelaku melakukan hal tersebut di duga kuat pelaku merupakan jaringan teroris yang sengaja inginmelakukan penyerangan kepada Mako brimob sat brimob polda sultra.Sebelum kejadian terduga teroris menerobos Mako jauh hari kita sudah perintahkan Personil untuk menjaga ketat Mako. Jadi pihak kami tetap melakukan Perintah dari atasan yang mana Teroris adalah musuh kita bersama dan Seyogyanya kita terus siap dalam memerangi tindak kejahatan di NKRI yang kita cintai," ujar melati tiga yang terkenal berjiwa sosial itu.(Riyan)

