masukkan iklan disini
"Bagi oknum wartawan kedua media dimaksud, jika tidak senang dengan komplain kami masyarakat Gampong Langkak, silahkan jumpai saya, yang satu warrawan sudah saya hubungi via telepon seluler, tetapi tidak mau jawab teleponnya," sebut Jamaluddin yang juga salah seorang Pengurus Forkab Nagan Raya.
TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Masyarakat Gampong Langkak Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya sangat kecewa dengan penayangan pemberitaan terkait Gampong Langkak meng-akomodir informasi sepihak, yakni pihak Keuchik diduga telah lakukan sewenang-wenang terhadap kebijakan pembangunan.
Hal ini disampaikan perwakilan masyarakat Gampong Langkak menyatakan penolakan terhadap kebijakan Keuchik Gampongnya terkesan memaksakan kehendak demi kepentingan pribadi dan kelompoknya, bahkan diduga telah lakukan pemalsuan dokumen administrasi ke publik kepada media Tribuananews.com melalui Press Release, Senin (01/06/20).
Jamaluddin selaku Tokoh masyarakat kepada media ini mengatakan ada dua media online kami maksudkan terkesan tidak fair dalam pemberitaan, mereka hanya mengangkat keterangan pihak Keuchik saja, tanpa bertanya lebih detil tentang etik penulisan berdasarkan 5 W + 1 H, diduga tidak sesuai Undang-undang pers.
Ia menjelaskan, "Kami mengetahui bahwa mereka tayang berita tersebut karena ada penayangan berita oleh media Tribuananews.com yang mendalami persoalan di Gampong Langkak secara seimbang serta sesuai keinginan semua pihak. Padahal media tersebut diketahui media besar dan terkenal," kata Jamaluddin.
"Bagi oknum wartawan kedua media dimaksud, jika tidak senang dengan komplain kami masyarakat Gampong Langkak, silahkan jumpai saya, yang satu wartawan sudah saya hubungi via telepon seluler, tetapi tidak mau jawab teleponnya," sebut Jamaluddin juga salah seorang Pengurus Forkab Nagan Raya.
Jamaluddin pertanyakan kepada kedua wartawan media tersebut, "Kenapa kalian tidak jumpai kami?. Bertanya dengan kami sebelum tayang berita angkat telor oknum keuchik?, Apakah kalian tahu apa sedang terjadi di Gampong kami saat ini akibat egonya oknum Keuchik? Atau jangan-jangan kalian hanya oknum wartawan khusus untuk pemerintahan Gampong, tidak buat masyarakat?," tanyanya.
Sementara, Aris kepada awak media menyampaikan, "Selaku salah satu anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Gampong (LPMG) Gampong Langkak, saya dan rekan - rekan masyarakat Pro-Perubahan Gampong Langkak merasa kecewa terhadap dua media online terkesan sepihak atau tidak seimbang dalam pemberitaan tentang Gampong Langkak", sebut Aris.
"Seharusnya pihak wartawan dua media online tersebut mempelajari terlebih dahulu persoalan sedang terjadi di Gampong Langkak. Kami masyarakat berharap kepada dua media online yang tayang berita Gampong kami secara sepihak agar lebih profesional jadi wartawan", harap Aris.
Amiruddin selaku unsur Pemuda Gampong Langkak kepada media Tribuananews.com menyampaikan, "Kami pemuda Gampong Langkak sangat menyesalkan pemberitaan dua media online terkait ketidak seimbangan dalam menayang berita. Kami menduga mereka oknum wartawan pro-Keuchik saja, tidak pro-masyarakat," duga Amir.
"Saya meminta pihak perusahaan media tersebut agar memberi peringatan kepada oknum wartawannya agar lebih profesional dalam pemberitaan. Tapi wartawan harus teliti dan informatif dalam pemberitaan, kenapa di Gampong Langkak mengutip dugaan kebohongan saja?
Dibalik hasil semua yang kalian muat diberita, ada dugaan kebohongan yang ditutupi," jelas Amir.
Wahyudi warga Gampong Langkak juga menyampaikan, "Pemberitaan media menurut saya harus dipelajari dulu, saya faham dengan cara-cara kerja oknum wartawan seperti kalian, sebaiknya musti bertanya juga ke sumber lainnya terutama masyarakat tentang rencana angkat telor oknum Keuchik di media kalian. Apakah itu sudah benar terjadi sesuai aturan?," paparnya.*
Editor : Syahrudin AP


