masukkan iklan disini
![]() |
Foto : (Istimewa) : Gandrung Poniti saat tampil disalah satu pagelaran |
TRIBUANANEWS.COM | Banyuwangi - Masyarakat bumi Blambangan berduka. Terutama bagi para pelaku Seni di Bumi Blambangan ketika mendengar informasi, bahkan ramai di kabarkan di medsos, bahwa salah satu maestro 'Gandrung' telah berpulang ke rahmatullah.
Gandrung Poniti adalah salah satu maestro Gandrung tertua dan emaknya Gandrung. Kini Banyuwangi telah kehilangan salah satu tokoh yang menginspirasi. Mendiang tutup usia pada Senin (8/6/2020) sekira pukul 12.00. WIB di Rumah sakit Blambangan Banyuwangi.
Walau beliau sudah tua, tapi jiwa semangat dalam dirinya masih memberikan inspirasi bagi kaum milenial. Dengan suara yang khas, gaya Gandrungnya pun disukai kalangan pada masa itu.
"Emak Pon meninggalkan kita semua, di usia sekitar 69 tahun," kata seniman Banyuwangi, Adlin Mustika Alam kepada awak media.
Seniman muda asal Kecamatan Singojuruh tersebut mengaku sangat kehilangan sosok Poniti.
Sejumlah prestasi dan penghargaan pun ia dapatkan semasa hidupnya. Mulai dari tampil dalam hajatan kesenian gandrung terob ke terob hingga sampai di Istana Negara.
"Mak pon panggilannya Emak.e Gandrung yang fenomenal. Semoga beliau diberikan tempat ternyaman disana. Amin," ujarnya.
Semasa hidup Emak Pon di masa tuanya, lanjut Adlin, sering sekali mengisi di acara Tabuhan Soren, di RTH Singojuruh. Mendiang sangat aktif dalam kegiatan ini dan selalu on time.
![]() |
| Foto : Mak Pon, saat tampil di acara tabuhan soren |
"Emak Pon selalu dikenang di masyarakat Banyuwangi khusunya. Kami turut berduka," pungkas Adlin Mustika Alam, seniman muda jebolan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya ini.*
Editor : Moch. Khotib
Sumber : Adlin Mustika Alam (Seniman muda Banyuwangi)


