masukkan iklan disini
Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor, di duga melakukan manipulasi data siswa pelajar yang ada di Yayasan PKBM Satya Wacana.
Deddy Ketua LSM PENJARA PN menjelaskan, dari hasil investigasi dan kajian selama beberapa Bulan yang dilakukan oleh LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA PN), di duga banyak di temukan kejanggalan-kejanggalan atas data-data siswa yang menjadi salah satu peserta untuk mengikuti kejar Paket C setara SMA, di PKBM Satya Wacana Desa Sadeng Kabupaten Bogor.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat, dan beberapa narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, datang memberikan data dan video, yang mana diduga PKBM Satya Wacana, dalam menyelenggarakan kegiatan program Kejar Paket C setara SMA, tidak sebagaimana mestinya, hal ini mungkin saja bisa terjadi, di sebabkan karena lemahnya pengawasan dari pihak Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) Pusat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, sehingga bisa saja ada oknum pejabat yang bermain dalam kasus ini, apalagi di duga ada pihak salah satu Bank yang ikut kerjasama,” ungkapnya.
Masih menurut Deddy Ketua LSM PENJARA PN, bahwa kejanggalan yang terjadi di dalam yayasan PKBM Satya Wacana, di mana dalam aturan Pemerintah, untuk bisa ikut kejar Paket C setara SMA, harusnya mempunyai syarat ijazah terakhir adalah ijazah tamatan SMP, namun anehnya, di mana ada salah satu warga, yang ikut kejar Paket C setara SMA di yayasan PKBM Satya Wacana, hanya dengan menggunakan ijazah terakhirnya, adalah ijazah tamatan SD, sehingga ada dugaan dilakukan dalam manipulasi data atau pembohongan atas syarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam aturan program untuk pendidikan PKBM.
Selain itu, Deddy Ketua LSM PENJARA PN mengatakan, dari bukti dan hasil investigasi yang dilakukannya, menilai oknum dari ketua yayasan PKBM Satya Wacana, sangatlah tidak bermoral dan menciderai semangat dari tujuan diadakannya program PKBM.
“Apa yang terjadi di PKBM Satya Wacana ini, benar-benar sungguh sangat menyedihkan, apa yang selama ini kita telusuri, ternyata hanya menjadi tempat ajang ladang bisnis untuk memperkaya diri sendiri, bisa di bayangkan, warga yang hanya tamatan ijazah SD, bisa ikut kejar Paket C setara SMA, bahkan yang sangat miris lagi, warga yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, namun namanya masih terdaftar sebagai siswa di PKBM Satya Wacana, begitu juga Kartu KIP yang banyak di salah-gunakan di PKBM Satya Wacana, untuk itu di minta kepada Kemdikbud dan penegak hukum agar segera menindak ketua yayasan PKBM Satya Wacana,” pintanya.
Selanjutnya Deddy Ketua LSM PENJARA PN DPC Bogor Raya mengingatkan, akan terus mengawal masalah PKBM Satya Wacana, sampai proses ke jalur hukum dilaksanakan, dan sekaligus meminta kepada instansi terkait dan aparat hukum, agar oknum PKBM Satya Wacana, yang menyalah-gunakan data siswa dengan melakukan data fiktif atau mark up, untuk segera di tindak tegas, dan bila dalam beberapa hari ini, permasalahan ini tidak ditindak-lanjuti, LSM PENJARA PN DPC Bogor Raya, akan mengadakan aksi demo besar-besaran.
Sementara itu, saat di temui di kantornya, Nila Kabid PKBM Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Jumat (19/6/2020), mengungkapkan, kalau informasi permasalahan siswa fiktif yang terjadi di PKBM Satya Wacana, sudah diterima dari beberapa orang yang pernah menghubunginya.
"Jadi informasi permasalahan yang berkembang di PKBM Satya Wacana yang sampai saat ini sedang bergulir, kami dari Dinas Pendidikan, sudah mendengar berita ini, dari beberapa orang yang pernah menghubungi saya, namun perlu saya jelaskan juga, memang sebelumnya kami sudah pernah klarifikasi masalah ini, dengan pihak PKBM Satya Wacana, namun saat itu jawaban PKBM Satya Wacana, kalau tudingan yang di tujukan kepada mereka itu tidaklah benar, namun kalau sekarang media menanyakan kepada saya, apakah permasalahan yang terjadi di PKBM Satya Wacana, tentang memanipulasi data siswa (data fiktif), itu benar terjadi atau dilakukan, saya tidak bisa menjawab itu, yang pasti, kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, selama ini sudah melakukan pembinaan secara intensif dengan sangat luar biasa di semua PKBM Kabupaten Bogor, dan kami juga ada fakta integritas dengan pihak PKBM, yaitu fakta integritas yang menerangkan, jumlah siswa mereka itu sekian, jumlah warganya yang belajar sekian," jelas Nila Kabid PKBM.
Selain itu, Nila Kabid PKBM juga menjelaskan, bahwa setiap datang ke PKBM Satya Wacana, selalu memberikan warning, berhati-hati, agar biaya yang di berikan pemerintah ke PKBM Satya Wacana itu, benar-benar penggunaannya sesuai dengan aturan, juklak dan juknis.
Namun disamping itu, Nila Kabid PKBM menyakinkan kepada media, bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, akan menindaklanjuti kasus PKBM Satya Wacana, ini, karena ada kabar, Entis Sutisna Kepala Dinas (Kadis), rencananya akan menurunkan langsung tim kelapangan untuk segera menindak-lanjuti permasalahan ini.*
Laporan : Hotma Lingga. T


