masukkan iklan disini
"Saya langsung dipegang dan disuruh keluar. Tangan kiri saya dipelintir ke belakang. Mereka mau borgol saya. Saya katakan, ada apa ini? Mereka justru tak merespon," ungkap Fahrul saat di temui di Mapolres Probolinggo.
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Apes nian nasib tiga wartawan media lokal Kabupaten Probolinggo ini, saat melakukan tugas liputan, mereka dihadang orang tak dikenal di Jalan Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, pada Minggu (14/6).
Parahnya lagi, ketiga awak media ini ditodong pistol layaknya seorang buron. Ketiga wartawan itu adalah, Fahrul mozza (44) warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Septiyan Dwi Cahyo Efendi (26) warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, dan Suyono (36) Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan.
Menurut informasi yang dilansir dari Koran Pantura, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ketiga wartawan tengah perjalan pulang liputan dari daerah tiris mengendarai mobil sedan hitam. Sampainya di Desa Jatiurip, tiba-tiba mereka langsung dihadang oleh segerombolan orang tak dikenal.
Kendaraan mereka dipepet dari segala arah, hingga mereka tak bisa bergerak. Salah satu dari orang tak dikenal itu kemudian menutup jalan di depan mereka dan langsung menodongkan pistolnya. Sementara rekannya yang lain memegangi para wartawan yang berada di dalam mobil.
"Saya langsung dipegang dan disuruh keluar. Tangan kiri saya dipelintir ke belakang. Mereka mau borgol saya. Saya katakan, ada apa ini? Mereka justru tak merespon," ungkap Fahrul saat di temui di Mapolres Probolinggo.
Fahrul sempat mengatakan bawah dirinya adalah wartawan. Dan menunjukkan kartu persnya. Namun, gerombolan itu terus saja bergerak sambil menodongkan pistolnya.
"Saya kaget, salah saya apa dan mereka siapa kok tiba-tiba nodong begitu saja," katanya.
Sementara itu, Suyono yang mengemudikan mobil terkejut atas kejadian itu. Pistol yang digenggaman orang tak dikenal itu tak kunjung diturunkan. "Kalau saya melawan pasti habis sudah. Pistolnya mengarah ke wajah saya," tuturnya.
Tak lama kemudian, suasana mulai mencair ketika orang tak dikenal itu sudah mengetahui identitas para wartawan. Namun, warga sekitar sudah berkumpul menyaksikan aksi menegangkan itu.
"Warga ini sudah rame liat. Saya kaget, malu, dan haduh sembarang wes," katanya.
Menurut Suyono, orang tak dikenal itu merupakan oknum kepolisian yang memburu pelaku kejahatan. Tapi bagaimana mungkin mereka salah sasaran.
"Usai kejadian itu, mereka sempat bilang kalau incer buronan. Tapi aksi mereka benar-benar membahayakan seseorang," ucapnya.
Hasan, salah satu warga sekitar mengatakan, dirinya tak tau apa yang terjadi sebenarnya. Ia hanya menyaksikan kejadian yang mengejutkan. "Tiba-tiba ada pistol trus dipepet gitu. Saya kaget," singkatnya.* (Red/TN)


