• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Fungsi Pelayanan Puskesmas Kutabumi Dinilai Kurang Manusiawi

    19/06/20, 15:03 WIB Last Updated 2020-06-19T14:49:39Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Tangerang - Terjadi lagi bentuk pelayanan kesehatan yang kurang disukai masyarakat, dimana bentuk pelayanan tersebut memaksa masyarakat yang berusia lanjut untuk mengikuti aturan yang dinilai tidak manusiawi, Pelayanan masyarakat tersebut adalah pelayanan Puskesmas Kutabumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, banyak warga yang berusia lanjut jompo dipaksa harus mondar mandir hanya untuk membuat surat rujukan.

    "Pasien jompo itu berjalan saja susah, apalagi harus antri seperti ini dan mondar mandir hanya untuk urus surat rujukan saja," kata Bucek, warga Gelam Jaya, Pasar Kemis. Kabupaten Tangerang. Mengatakan kepada awak media, Kamis (18/06/2020).

    Pasien ini dipaksa harus datang walau harus dipapah dengan catatan harus di cek, padahal dari sisi phisik sangat rentan dilihatnya, tapi pelayanan Puskesmas tidak melihat hal seperti itu.

    "Padahal dari segi fisik pasien untuk berjalan saja harus dipapah dahulu, ada saja omongan pelayanan yg tidak menyenangkan, dimana pelayanannya itu acuh tak acuh," katanya lagi.

    Masih katanya, banyak pasien yang masih belum mengerti aturan yang baru tersebut, "Bagaimana kalau ada orang yang gak mengerti sistem pelayanan baru tersebut, sepertinya mereka pada sok sibuk semua, dan bila ingin bertanya pada siapa kalau mereka saja tidak peduli, dimana haruanya bagian pelayanan itu ramah dan sopan, bukannya pada diem dan lempar batu, kasihan pasien yang lansia kalau harus mengikuti tata cara mereka," ucapnya.

    Sementara dilain pihak, kepala Puskesmas Kutabumi, Pasar Kemis. Terkait permasalahan ini, tidak berada ditempat, "Maaf bu dokternya sedang keluar, dari mana yah," papar staf Puskesmas menanyakkan kembali kepada awak media.*

    Laporan : Hilman Harahap
    Editor : Habibi
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan