• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    FKRI : New Normal Sebagai Sumber Energi Baru

    03/06/20, 21:41 WIB Last Updated 2020-06-03T14:45:40Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini



    TRIBUANANEWS.COM I Ketapang -
    Mengacu pada data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, terjadi trend penurunan jumlah ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), meskipun ada kenaikan jumlah Positif Covid-19 yang mana hal itu disebabkan lambannya pengumuman hasil swab.

    Trend penurunan data Covid-19 tersebut tentunya sebuah kabar gembira bagi masyarakat dan hendaknya dapat menjadi acuan Pemerintah Daerah (Pemda) serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ketapang untuk segera mengambil langkah kebijakan seperti mencabut Status Tanggap Darurat  yang ada selama ini.

    Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (DPP FKRI) Doni Jeli Retyas Kepada Tribuananews.com Rabu, (3/6/20), ketika diminta tanggapannya tentang keterpurukan pelaku ekonomi di Ketapang akibat pandemik Covid-19.

    Menurutnya, langkah pencabutan Status Tanggap Darurat mempunyai dampak positif  bagi masyarakat. Pencabutan tersebut dipandangnya juga selaras dengan program New Normal oleh pemerintah,  agar masyarakat dapat menjaga produktivitas di tengah pandemic Covid-19 dengan tatanan baru.

    “Sebelum ditemukan vaksin definitif  yang berstandar WHO, tatanan, kebiasaan dan prilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan. Pemda dapat menggandeng berbaggai stackholder sehingga skenario New Normal dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata Ketua DPP FKRI yang lebih akrab dengan panggilan Tias ini.

    “New Normal dapat dipastikan akan menjadi sumber energi baru terhadap pelaku ekonomi di Ketapang, Perekonomian masyarakat kembali berjalan, meskipun wajib menerapkan protokol kesehatan dan Physical Distancing” tambahnya.

    Lebih khusus Tias memaparkan bahwa, beberapa hari belakangan ini para pedagang warung kopi dan cafe di sepanjang jalan protokol Ketapang seperti Jalan DI. Panjaitan, MT. Haryono dan Gatot  Subroto telah berkoordinasi dengan FKRI terkait upaya pembukaan kembali cafe dan warkop, dimana,  setelah lebih dari dua bulan tidak berjualan yang mengakibatkan goyahnya perekonomian mereka.

    Mendengar hal itu, FKRI menyarankan agar mereka (para pedagang) dapat berjualan kembali namun tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan face shield, masker, mengatur jarak meja/tempat duduk, menyediakan tempat cuci tangan menggunakan air mengalir, sabun, hand sanitizer, dan melakukan desinfektan secara mandiri serta berkala di lingkungan warkop atau cafe masing-masing.

    “Sekali lagi saya berharap agar Pemda Ketapang dapat mengeluarkan edaran terbaru terkait gagasan New Normal di Bumi Bertuah ini. Tentunya, edaran tersebut harus berpihak kepada para pedagang, atau memberikan kelonggaran terutama bagi pelaku usaha (warkop dan café) untuk kembali beroperasi,” pungkasnya.*


    Editor : Erwin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan