masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Puluhan Warga berbondong bondong mendatangi kantor desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, yang termasuk salah satu desa tangguh di kabupaten Probolinggo, Untuk mencari keadilan kepada pemerintah desa atas penyaluran bantuan BLTDD, Kamis (4/6).
Kedatangan warga ke balai desa Sukokerto di dampingi langsung oleh Sekda LSM Lira kabupaten Probolinggo Deni Ilhami, SH dan beberapa anggota LSM Lira. Tampak hadir banbikantipnas dan Babinsa serta BPD desa Sukokerto.
Deni Ilhami menjelaskan kepada awak media, "Kedatangan kami kesini bukan mencari cari masalah atau mencari kegaduhan, kami mendapatkan informasi dari warga Sukokerto atas dugaan kurang ketransparan pihak pemerintah desa, informasi yang kami dapat adanya Nepotisme yang kuat di desa ini, saya meminta kepada pemerintah desa Sukokerto untuk diadakan ferivikasi ulang data penerima bantuan agar kedepannya tidak ada lagi gejolak di kalangan masyarakat, dan tolong data penerima di pasang di papan pengumuman agar warga tahu siapa aja yang menerima," jelas Deni.
Dalam pertemuan tersebut Ir, Mulyono mengatakan, "Untuk penerima BLTDD ( Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) dari pemerintah Desa Sukokerto sebanyak 167 orang karena DD desa Sokokerto kurang lebih 9.400 juta. Adapun penerima tersebut sudah kuota dari pemerintah daerah. Penetapan tersebut sudah melalui Musdes dan musyawarah luar biasa yang melibatkan RT, RT, BPD, serta para kepada dusun ,dengan ini Jelas kami tidak bisa menambahkan penerima BLTDD untuk saat ini dan seterusnya kecuali bantuan yang lain mungkin kami masih bisa ajukan ke dinas Sosial Kabupaten Probolinggo," kata Mulyono.
Saat di tanya tentang permintaan dari Sekda LSM Lira Deni Ilhami akan verifikasi ulang, Pj Kepala Desa Sukokerto menjawab " Kami insyallah akan penuhi di mulai Senin depan " singkat Mulyono.
Dari pengakuan warga Dusun Pandean Desa Sukokerto yang bernama Supiya dirinya dari awal adanya bantuan belum pernah dapat , sekalipun dirinya sakit dan mempunyai anak sekolah.
"Saya belum pernah dapat bantuan berupa apapun itu, saya ini sakit ,dan saya punya anak sekolah, apa tidak ada kebijakan buat saya agar mendapat bantuan " kata Supiya sambil memelas dan sesekali menyeka air matanya.
Editor : Aniesha


