masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Banggai - Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, M.A bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Korem 132 PD XIII/Merdeka Ny. Shally Farid Makruf yang didampingi Dandim 1308/LB Letkol Inf Fanny Pantouw, M.Tr.Han., M.I.Pol. dan Ketua Persit KCK Cab. XXII Kodim 1308 Koorcabrem 132 PD XIII/Merdeka Ny. Arisanti Fanny Pantouw, melakukan penanaman perdana jagung manis, ubi kayu dan nilam di lokasi ketahanan pangan Kodim 1308/LB, dengan tema "Melalui Pembinaan Ketahanan Pangan, Wujud Kepedulian TNI AD Terhadap Perekonomian Bangsa".
Dalam kegiatan tersebut, oleh awak media melalui wawancara khusus menyampaikan bahwa di hari pertama melaksanakan kunjungan kerjanya merasa bangga, karena mendapatkan suplus drop price dari Danramil 1308-04/Kintom Kapten Inf Herman bersama Babinsa.
Adanya hal ini, bahwa hubungan TNI dengan Pemda dan masyarakat begitu mesra, sehingga masyarakat melalui Kades Sayambongin berkenan menyerahkan tanah seluas 8 hektar lahan pada TNI melalui Kodim 1308/LB.
Ini merupakan hal yang luar biasa, dan menunjukan akrabnya, dekatnya hubungan antara masyarakat, Pemda, TNI dan Polri. Dimana, dalam sambutan Danrem sebelumnya bahwa Kades Sayambongan Alamsyah telah menghibahkan lahan seluas 8 hektar lokasi ketahanan pangan kepada Kodim 1308/LB.
"Dengan adanya lahan hiba ini, kami akan membantu pemerintah untuk melaksanakan ketahanan pangan. Di lokasi ini akan kami tanami tanaman jangka pendek yang 3 (tiga) bulan, 4 (empat) bulan bisa panen, sehingga masyarakat bisa menikmati panen bersama Kodim 1308/LB dan tidak akan kita monopoli," kata Danrem 132/Taduloko.
Adapun tanaman jangka pendek yang akan di tanami berupa jagung manis, singkong, pisang dan nilam. Dan untuk tanaman jagung, panennya tidak perlu jauh-jauh, karena di kota palu ada PT. Java dia butuh sangat banyak dan berapapun di kirim akan di beli. Untuk itu, masyarakat dapat memanfaatkan lahan 8 hektar ini bersama-sama TNI Kodim 1308/LB untuk bersama-sama menanam di tanam, kemudian panennya tidak usah pusing, dan kirim ke palu langsung ada pembelinya.
"Saya bersama Asisten I Setda Banggai, dengan hubungan yang dekat sampai terjadi hal seperti ini. Hal ini jika masyarakat sadar semuanya dan bisa memanfaatkan lahan kosongnya secara mandiri, dan meminta bantuan Babinsa untuk membantu dan mengawasi, maka kita dari TNI Kodim 1308/LB siap membantu. Masyarakat yang mempunyai lahan kosong, jika akan menanam di hari sabtu atau minggu, mau kerja bakti minta bantuan kepada Babinsa di Koramil, silahkan saja," ujarnya.
Dengan kegiatan ini, memang merupakan program TNI. Jadi Panglima TNI sudah memerintahkan jajarannya 70 % kekuatan diperintahkan menegakkan Covid-19. Nah disamping penegakkan ini, selain itu ada program peningkatan ketahanan pangan.
Karena kita sadar ekonomi kita menurun, perdagangan turun dan daya beli masyarakat turun, harus ada upaya untuk masyarakat itu agar supaya mandiri, memiliki ketahanan pangan sendiri, punya beras sendiri, punya sayur dan punya jagung. Sehingga tidak tergantung kepada perdagangan makro yang sedang berlangsung. Jadi bentuk nyata riil konstribusi kami kepada masyarakat.
"Terkait program TNI, untuk berhubungan kelanjutan dengan masyarakat dengan memanfaatan lahan tidur, hal ini sederhana saja, misalnya masyarakat memiliki lahan 1 hektar dan mempunyai kelompok dan teman-teman, dan siap menanam, butuh bantuan Babinsa dan traktor brigade alat pertanian (Alsintan), kita akan bantu, kita kerjakan bersama, tanami, begitu sudah tumbuh, dijaga bersama, hasil dinikmati keluarga. Inilah bentuk kerjasama kita," kata Brigjen TNI Farid Makruf.
Sementara itu, Dandim 1308/LB Letkol Inf Fanny Pantouw, M.Tr.Han., M.I.Pol., dalam kesempatan wawancara khusus dengan awak media pada kegiatan penanaman perdana jagung mengatakan bahwa untuk sumber air di lokasi ketahanan pangan Kodim 1308/LB ini telah kita siapkan.
Kita bersyukur untuk sumber air ini kita menggunakan ait desa, sehingga kita bisa memanfaatkan lebih baik lagi. Memang ini momentnya pas kita ambil, karena sekrang musim hujan, jadi di wilayah ini setiap hari hujan dan kita harapkan tanah ini dapat bermanfaat lebih baik lagi.
Untuk bibit yang kita tanam di lokasi ketahanan pangan ini, untuk bibit nilam dan singkong dari masyarakat, dan kita mendapatkan bibit dari Kecamatan Toili. Untuk bibit jagung, kita mendapatkan dari Pemda, dan kita tanam ini semaksimal mungkin kita lakukan.
Jadi, untuk kesulitannya ini mengolah dari awal, kita harus menggunakan alat berat, kemudian lahan kita bongkar, kemudian kita pakai alat bajak dan kita sistimnya gotong royong dengan masyarakat. Jadi kalau ada masyarakat yang tertarik dan kita sama-sama bekerja, kita punya alat untuk membuka lahan, dan untuk membajak lahan atau membalik tanah. Ini kita gunakan dan manfaatkan untuk kepentingan kita bersama.
Untuk pemasarannya, tadi sudah dikatakan Bapak Danrem 132 Tadulako, dimana hasilnya bisa kita kirim ke Palu atau kita komsumsi sendiri. Bila situasi tidak memungkinkan dengan adanya Covid-19 ini semakin parah, kita antisipasi disitu, kita punya ketahanan pangan, kita bisa makan dari lahan-lahan disitu, kita bisa hidup tanpa bantuan atau inpor-inpor bahan makanan pangan, kita bisa mandiri, itu yang kita harapkan dapat mendukung program-program pemerintah.
Untuk penggunaan lahan Kodim 1308/LB, selain masyarakat yang berada di sekitar tempat ini, jika berkeinginan untuk kesulitan atau sharing berbagi pengalaman, mau ikut bertanam di tempat ini, juga kita persilahkan.
Jadi pada intinya, ini adalah tanah yang diberikan oleh Pemda, kita manfaatkan semua untuk kepentingan kita bersama, kepentingan masyarakat, karena ini untuk ketahanan pangan, supaya kita tidak kesulitan apabila situasi sangat sulit untuk kita mrncari pangan atau Covid-19 ini semakin membuat kita semakin parah, kita bisa menggunakan bahan-bahan makanan yang ada di lokasi punya kita.
Tentang pengetahuan cara menanam, kita bisa sharing, bisa bertukar pikiran dengan masyarakat, baik masyarakat dari luar Kecamatan Nambo, juga mau cari ilmu tentang cara penanaman nilam, jagung dan sebagainya kita persilahkan.
Harapan saya, kita laksanakan program ini dapat dicontoh dan ditiru oleh masyarakat pada umumnya, sehingga bisa memberikan pengetahuan tambahan maupun kemampuan dalam bercocok tanam, dan kita dapat bertahan dalam situasi yang paling sulit, dan kita juga dapat meningkatkan perekonomian, juga menyerap tenaga kerja.
Jadi apabila ada masyarakat yang mungkin kesulitan mencari penghasilan, bisa bergabung dengan kita, dan tanaman nilam ini juga bisa kita kelola bersama-sama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi, pelaksanaan kegiatan ini kita upayakan di setiap Koramil untuk menyiapkan seperti ini, dan kita komsumsi dengan pemerintah melalui Camat dan Kades setempat, agar setiap Koramil bisa memiliki lahan untuk ketahanan pangan ini.
Dari laporan beberapa para Danramil, menyampaikan bahwa di desa ini juga sudah menyiapkan lahan yang bisa di kelola secara bersama-sama dengan TNI-Polri dan masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten I Setda Banggai Judi Amisudin, Kasi Intelrem 132/Tdl Letkol Kav Andi Prasetyo, Kasi Opsrem 132/Tdl Letkol Inf Elly Sitompul, Kasiren Korem 132/Tdl Letkol Cku Didin Saepudin, Danyon 714/Sintuwu Maroso Letkol Inf I Gusti Nyoman Martayasa, Kapenrem 132/Tdl Mayor Inf Ahmad Jayadi, Dantim Intelrem 132/Tdl Lettu Inf Stenly. Danramil 1308-04/Kintom Kapten Inf Herman berserta Para Babinsa Koramil-04/Mintom, Kapolsek Kintom Akp Muh. Asdar, SH., Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 132 beserta Penggurus Persit KCK Koorcabrem 132/Tdl, Camat Nambo Nurhaya Hasan beserta Staf, Camat Kintom Makmur Lalekeng, Ketua Persit KCK Ranting-05/Kintom Ny. Herman beserta Ibu-ibu Persit Ranting-05/Kintom, Seluruh Kades dan Lurah se-Kecamatan Nambo, dan Tamu undangan serta masyarakat Kec. Nambo.*
Laporan : Yudi
Sumber : Penrem

