• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dituding Keluar Daerah Tanpa Izin Bupati, Wabup Simeulue Berikan Klarifikasi

    27/05/20, 11:50 WIB Last Updated 2020-05-27T05:13:58Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    "Saya hanya dianggap sebagai ban serap, semua wewenang dia borong," cetus Wabup Afridawati.


    TRIBUANANEWS.COM | Simeulue - Terkait pernyataan Bupati Kabupaten Simeulue Erli Hasim tentang keberangkatan Wakil Bupati ke luar daerah tanpa seizinnya melalui dua media online tertanggal 26 Mei 2020. Afridawati selaku Wakil Bupati (Wabup) menanggapi secara positif hal tersebut.

    Informasi berhasil dihimpun media Tribuananews.com, Rabu (27/05/20) dari sumber terpercaya di Simeulue, pihak Wabup Afridawati sangat menyayangkan sikap Bupati seharusnya bercermin terlebih dahulu.

    Wabup Afridawati kepada wartawan media Tribuananews.com, mengatakan, keberangkatannya ke luar daerah bukan tanpa alasan, ia berangkat karena terpaksa harus berobat ke spesialis jantung di Banda Aceh dan sudah mendapat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue, karena di Simeulue belum ada dokter spesialis jantung.

    "Sebelum saya berangkat, saya sudah menyampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Simeulue, agar keberangkatan saya dapat diberitahukan kepada Bupati. Saya tidak mau menjumpai langsung Bupati karena hingga sekarang hubungan kami tidak harmonis, melihat saya seperti musuh dan kami tidak pernah berkomunikasi lagi," ungkapnya via telepon selularnya.

    Soal keberangkatannya harus mendapat izin sang Bupati, Afridawati menyangkal itu karena Bupati bukanlah atasannya karena Bupati dan Wakil Bupati di angkat sama oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

    "Kita menyayangkan sikap Bupati tidak bercermin terlebih dulu karena ini bisa dikatakan ada guru ada murid. Bupati sering juga berangkat ke luar daerah untuk kepentingan pribadi, tidak pernah memberitahukan kepada saya. Seharusnya saya sebagai Wakil Bupati wajib tahu karena tugas dan tanggung jawab Bupati ketika berangkat beralih ke pundak saya. Ini justru asal dia berangkat dia menunjuk Asisten menggantikan dirinya," kata Wabup Afridawati.

    Bukan itu saja, politisi partai Golkar ini mencontohkan, saat Bupati berangkat Umroh ke tanah suci tidak diberikan nota dinas kepadanya. "Waktu meugang puasa, Bupati berangkat, dia tidak memberitahukan. Inilah terkadang Bupati hanya menilai kesalahan orang lain tanpa mengoreksi kesalahan dirinya terlebih dahulu. Jika ingin dihargai orang , terlebih dulu hargai orang lain. Jangan semut seberang lautan kelihatan sementara gajah dipelupuk mata tidak kelihatan," ujarnya.

    Tak hanya itu saja, Afridawati juga mengungkapkan soal beberapa kegiatan dirinya tidak hadir karena posisinya sebagai Wabup tidak dianggap Bupati. "Saya hanya dianggap sebagai ban serap, semua wewenang dia borong," cetusnya.*

    Editor      : Syahrudin AP
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan