• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tak Ada Salahnya Dengan Sikap Kritis Kepala Desa Karena Tanggungjawabnya Untuk Kepentingan Masyarakat, Pemerintah Dengarlah Rintihan Rakyat !

    14/05/20, 18:20 WIB Last Updated 2020-05-14T11:20:14Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Foto : Iman Ketua BBC Garda Jerman-Subang

    TRIBUANANEWS.COM | SUBANG - Sikap tegas yang diperlihatkan Kepala Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, Indra Zainal Alim, SH mungkin menuai pro dan kontra di beberapa kalangan, Namun sikap tegas ini tentu juga tak dapat disalahkan mengingat keadaan yang sebenarnya.

    Dan tidak sedikit juga orang yang mendukung sikap tegas Kepala Desa yang kritis, yang videonya sempat viral di media sosial ini. Seperti halnya yang diungkapkan Ketua BBC Garda Jerman-Subang, Iman. Dia sangat setuju dengan sikap tegas kepala desa tersebut.

    “Melalui pendamping desa sudah memberikan data secara prosedural yang berlaku,tetapi kadang-kadang ada kepala desa yang berdalih bahwa data yang di berikan itu adalah data dari atas, ya kita perlu croscek dari atas mana? padahalkan data di ambil dari bawah di kirim ke kecamatan terus kabupaten yang memverifikasi yang orang kecamatan. Kalau saya sendiri sangat-sangat setuju dengan sikap tegas kepala Desa Jalancagak," kata Iman ketua BBC Garda Jerman-Subang, Selasa (12/5).


    Saat ini baru satu kepala desa yang berani membuka suara terkait ketimpangan bantuan baik dari program harapan, rastra dan juga yang lainnya yaitu Indra Zainal Alim, SH.

    Di Kabupaten Subang sendiri sebenarnya banyak desa lainnya yang tidak mendapat keadilan bagi masyarakatnya terutama mereka yang berada dalam garis kemiskinan, hanya saja kepala desa yang lain tidak berani buka suara mungkin takut  atau entah karena apa.

    Menurut Iman, sudah menjadi kewajiban kepala desa membela yang warganya khususnya mereka yang dari golongan tidak mampu. Selama ini, data yang di pakai oleh BPS dan Dinsos itu diduga menggunakan data yang lama. Jika demikian maka apa kabar dengan mereka yang mengalami kemiskinan saat ini, terlebih dalam situasi pandemic virus Corona (Covid-19) banyak masyarakat yang terimbas yang mengakibatkan hancurnya sumber perekonomian mereka.

    Seharunya pemerintah daerah menggunakan data terbaru sesuai pengajuan dari masing masing kepala desa. Karena mereka lebih tau siapa dan mana yang pantas menerima bantuan.

    “Roda kehidupan itu bisa berubah kapan saja, bisa saja yang sehat jadi meninggal,yang miskin jadi kaya, apalagi kalau sampai tidak di lakukan sensus per 3 bulan sekali ,ada yang sudah menikah masih tinggal sama orang tuanya karena belum memiliki rumah, ada janda muda ada janda tua yang memiliki anak, jadi jangan di lihat dari rumah temboknya aja. Rumah tembok kalau apa-apa beli, sawah gak punya kebun gak punya kerja serabutan kan berarti itu harus kita bantu juga, ujar Iman.

    Sudah jelas, lanjut dia, yang masuk kategori miskin itu adalah yang utama yang wajib kita bantu. Bantuan yang tujuannya baik ini pada akhirnya menjadi keributan di berbagai kalangan.

    “Ini sebab data yang tidak kongkrit, kasihan yang miskin yang pendiam, kalau yang dapatnya masih orang-orang yang berani ngomong aja, ini tugas kita bersama untuk memverifikasi data yang masuk agar bantuan ini benar-benar sampai kepada penerimanya. Jangan sampai orang miskin yang wajib di bantu malah tidak dapat, justru orang-orang mampu malah dapat bantuan,” pungkas Iman Ketua BBC Garda Jerman - Subang.*

    Laporan : Denny Herlambang
    Editor Bachtiar


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan