• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Satu Pasien di Tambang Ilegal Kusubibi di Tangani Melalui Protokol Gugus Tugas

    08/05/20, 18:57 WIB Last Updated 2020-05-08T11:57:58Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Halmahera Selatan - Satu orang karyawan tambang rakyat ilegal di desa Kusubibi Kecamatam Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara mengalami sakit gejala Corona dan dieksekusi di RSUD Labuha tadi malam sekitar pukul 20.30 WIT, Kamis (7/5).

    Pasien tersebut dilarikan ke rumah sakit melalui pelabuhan Habibi Labuha karena menderita panas tinggi dan penanganan melalui protokol Gugus Tugas Halmahera Selatan.

    Kejadian tersebut sempat jadi heboh sebagian warga kota Labuha dan sekitarnya sejak tadi malam hingga hari tadi, karna mengkhawatirkan adanya penularan wabah virus corona di tambang rakyat ilegal yang kurang lebih lima ribu orang tesebut.

    Salah satu tokoh masyarakat kota Labuha Hi. Kani nama panggilannya mengatakan, "seandainya pasien tersebut setelah melalui tes sesuai anjuran gugus tugas dan ternyata positif, maka terjadi resiko besar bagi masyarakat tambang yang jumlahnya lima ribuan orang tersebut," kata Kani.

    Kani menegaskan, "untuk memutuskan tali rantai penyebaran wabah Covid - 19, maka pemerintah daerah tidak ada alasan untuk tidak menutup sementara tambang rakyat ilegal di desa Kusubibi," tegasnya.

    Kepala Dinas kesehatan Halmahera Selatan Ny. Hasna Muhammad saat dikonfirmasi hari ini Jum'at, 8 Mei 2020 mengatakan, "pasien tersebut mengalami panas tinggi, sehingga dilarikan ke RSUD Labuha tadi malam".

    "Setelah ditangani tenaga medis di rumah sakit ternyata pasien mengalami positif malaria non reaktif," jelas Hasna.

    Hasna menambahkan, "pasien saat ini sudah agak membaik dan telah dipindahkan ke rumah karantina gugus tugas sejak pagi tadi di desa Panambuang untuk perawatan selanjutnya. Jadi hanya mengalami positif malaria," ungkapnya.

    Sementara itu sekretaris Gugus Tugas Halsel Daud Djubedi, saat dikonfirmasi awak media melalui telepon genggam terkait kekhawatiran masyarakat tersebut, namun tidak diangkat hingga berita ini dinaikan.* ( Ade Manaf )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan