masukkan iklan disini
"Berkaitan dengan bantuan dari Kemensos hari ini dilaksanakan oleh enam desa di Wilayah Kecamatan Kronjo. Salah satunya Desa Pagenjahan, dan Alhamdulillah berjalan cukup baik dalam pelaksanaan pembagian Bansos ini karena sangat nyaman aman dan tentram,'' terang Camat Kronjo.
TRIBUANANEWS.COM | Tangerang - Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga Desa Pagenjahan Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang Banten sepintas terlihat berjalan tertib dan lancar. Namun dibalik ketertibannya terjadi pembagian yang kurang tepat sasaran. Pasalnya, ternyata pembagian BST ini tidak hanya untuk warga tidak mampu akan tetapi ada juga oknum perangkat desa yang turut sebagai penerima bantuan tersebut, Rabu (20/05/2020).
Pembagian Bansos ini berlangsung di Kantor Desa Pagenjahan dengan disaksikan oleh pihak Pemerintah Kecamatan Kronjo, memang berjalan tertib dan lancar, tapi dibalik lancarnya pembagian Bansos kepada warga, ternyata perangkat desa diduga juga menjadi penerima Bansos. Padahal diluar sana masih banyak warga yang lebih layak menerima untuk diberikan bantuan, bukan perangkat desa yang notabenenya sudah memiliki gaji.
Camat Kronjo, H. Satibi yang juga hadir dalam acara ini, saat dimintai dikonfirmasi oleh tim media Tribuananews.com mengatakan, "Berkaitan dengan bantuan dari Kemensos hari ini dilaksanakan oleh enam Desa di Wilayah Kecamatan Kronjo. Salah satunya Desa Pagenjahan, dan Alhamdulillah berjalan cukup baik dalam pelaksanaan pembagian Bansos ini karena sangat nyaman aman dan tentram,'' terangnya.
Namun Ironisnya, banyak masyarakat yang mengeluh, karena yang mendapatkan Bansos bukan hanya warga yang menjadi prioritas yang terdampak Covid-19, melainkan beberapa oknum perangkat desa juga diduga menerima bantuan tersebut.
Tibi salah satu Kaur/Staf Pemerintahan Desa Pagenjahan, saat dikonfirmasi melaui sambungan telepon, terkait masalah perangkat desa menjadi penerima Bansos, menjawab "saya juga tidak dapat, tapi nanti saya sampaikan sama Kades," ujarnya ringan.
Tidak sepatutnya mereka yang mendapatkan gaji/honor dari pemerintah juga turut menerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) serta bantuan sosial lainnya.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Kecamatan Kronjo, Rouf saat dikonfirmasi terkait perangkat desa menjadi penerima Bansos, tidak banyak memberikan tanggapan, dia mengarahkan untuk konfirmasi langsung ke Kepala Desa, ''kofirmasi aja langsung ke Kades, tapi mohon jangan dibuat rame, saya bantu untuk mennyelesaikan masalah itu,'' ujarnya.
Bansos yang seharusnya dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat desa yang terdampak Covid-19 ini, ternyata bukan hanya kurang tepat sasaran, tapi juga menguntungkan orang orang tertentu. Faktor kedekatan dan kekeluargaan seperti menjadi acuan.
Masyarakat berharap, Pemerintah Pusat, Propvinsi, Kabupaten dan pihak Kepolisian seharusnya bertindak, agar program sosial ini berjalan lancar dengan semestinya dan tidak terjadi penyimpangan dalam pendataan maupun penyaluran Bansos kepada warga bukan haknya untuk menerima bantuan.*
Laporan : Syarifuddin
Editor : Bachtiar


