masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tangerang - Pembangunan proyek MCK (Mandi Cuci Kakus) PL Kecamatan Mekar Baru Tahun Anggaran 2020, dengan Pagu Rp 120.000.000,( Seratus Duapuluh juta rupiah) tidak di fasilitasi mesin pompa air karena tidak dilakukan pengeboran air dan pemasangan listrik, sehingga pembangunan MCK di Pesantren Roudlotul Mursidin yang berlokasi di Kampung Klutuk Desa Klutuk Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang Provinsi Banten ini tidak dapat di gunakan karena tidak ada air.
Menurut keterangan Marnan Ketua LSM FPMI DPAC Kecamatan Mekar Baru bahwa pada hari Sabtu, 02 Mei 2020 lalu, ia pernah mengkonfirmasi pihak Kecamatan, Eka Fathusidki yang menjelaskan ''Proyek pembangunan MCK itu tidak ada pengeboran air dan listrik, karena lanjutan dari program SAB.
Namun, menurut Marnan, saat ditanyakan soal RAB kepada Sekcam Mekar Baru tidak memperlihatkan RAB.
Lebih lanjut Marnan menjelaskan kepada awak media saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa bangunan MCK tersebut memang berdekatan dengan pembangunan SAB dari Dinas Perkim Tahun Anggaran 2018, dan membenarkan fasilitas umum berupa SAB sudah tidak bisa digunakan karena mesin pompa air atau satelitnya sudah rusak.
Jadi sangat di sayangkan sekali tidak bisa dipakai, padahal Pagu Anggaran pembangunan proyek itu cukup besar dan masih bisa buat pengeboran air, agar fasilitas MCK bisa di gunakan oleh masyarakat dan para santri yang sedang menuntut ilmu di Ponpes Roudlotul Mustarsidin.
''Kami meminta kepada pihak
Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk memeriksa kembali pembangunan MCK tersebut, karena menurut keterangan Sekcam pembangunan lanjutan hanya fisik tidak ada listrik serta pengeboran air. Untuk apa fasilitas umum itu dibuat dengan menggunakan anggaran lumayan besar kalau tidak bisa dipakai untuk kepentingan umum, sementara masyarakat dan para santri sangat membutuhkan untuk mandi dan buang air besar," ucap Marnan saat di konfirmasi Tribuananews.com pada Sabtu (9/5).
Proyek MCK itu seharusnya dapat memberikan manfaat yang seluas luasnya bagi para santri dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren.* (Syarifuddin)

