masukkan iklan disini
"Saya sudah dimintai KTP dan KK oleh ketua RT, harapan saya bisa menerima bantuan pemerintah, tapi sampai hari ini belum ada bantuan yang datang dalam bentuk apapun," kata Subandri dengan nada lesuh, Sabtu (30/5/2020).
TRIBUANANEWS.COM | Rokan Hilir - Adalah Subandri (65), warga Kampung Simpang Kerang, Desa Sedingin, kilo meter 3, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, ketika di konfirmasi oleh Tribuananews.com, menyampaikan keluhannya akan nasib yang ia alami. Bukan bermaksud mengeluh, tapi nyatanya kehidupan orangtua ini memang berada dalam kesulitan ekonomi ditengah pandemi Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia hanya mengandalkan dengan bercocok tanam.
Awal kali mendengar kabar akan ada bantuan dari pemerintah, hatinya sempat gembira karena berharap akan menerima juga bantuan tersebut, entah dalam bentuk apapun jika mendapatkan ia akan bersyukur dan berterima kasih.
Bahkan, identitas dirinya seperti KTP dan KK juga sudah diminta oleh Ketua RT 02 RW 09 tempat ia tinggal. Hatinya semakin berbunga karena yakin akan menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah, entah itu BLT, BST, BPNT atau paket lainnya dalam bentuk sembako. Pokoknya apapun yang diberikan pemerintah selalu ia nantikan.
Namun, tunggu tinggal menunggu, asa bercampur angan, harapan yang dinantikan hingga kini tak kunjung datang jua. Ia hanya bisa pasrah menerima keadaan pahit ditengah pandemi Covid-19 ini. Ia hanya bisa pasrah berdiam diri di rumah bersama istri tercintanya seraya berharap datangnya bantuan pemerintah yang di gembor gemborkan tersebut.
"Saya sudah dimintai KTP dan KK oleh ketua RT, harapan saya bisa menerima bantuan pemerintah, tapi sampai hari ini belum ada bantuan yang datang dalam bentuk apapun," kata Subandri dengan nada lesuh, Sabtu (30/5/2020).
Mendengar kisah Subandri, lantas Tribuananews.com mencoba menghubungi Ketua RT setempat yang sudah meminta KTP dan KK keluarga Subandri. Tapi sayang, ketua RT yang dihubungi melalui sambungan telephone pribadinya ini tak ada tanggapan.
Sebagai orang yang sudah berumur 65 tahun dengan menghidupi 2 orang cucu, ia hanya mengandalkan penghasilannya dari berkebun, itupun dirasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap keseriusan pemerintah khususnya pemerintah daerah setempat dalam mewujudkan bantuan bagi warga miskin ditengah wabah virus corona atau Covid-19 ini.
Menurut Subandri, bantuan pemerintah bukan tidak ada, mungkin benar ada, karena warga lain diluar dirinya ada yang pernah mendapatkan. Tapi, bantuan tersebut belum pernah menyentuh keluarganya hingga saat ini. Padahal, KTP dan KK dirinya sudah pernah diminta ketua RT setempat.*
Laporan : Jumilan
Editor : Bachtiar



