• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KOTAKU Yang Bermasalah, Proyek Belum Selesai Sudah Serah Terima?

    28/05/20, 18:50 WIB Last Updated 2020-05-28T13:15:28Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    "Sejak adanya pengerjaan sumur bor dan septic tank itu jalan menuju ke rumah kami menjadi rusak dan hingga kini belum diperbaiki mereka," kata warga setempat, Zul.


    TRIBUANANEWS.COM | Belawan - Diduga adanya pelanggaran prosedur dalam pengerjaan maupun proses serah terima proyek terkait program 'KOTAKU', hal ini berimbas pada hilangnya kepercayaan publik kepada instansi terkait.

    KOTAKU adalah program kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

    Peraturan itu mengamanatkan pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan melalui penanganan kualitas lingkungan permukiman yaitu peningkatan kualitas permukiman kumuh, menjadi pemukiman yang layak huni.

    Dalam hal ini, diduga pelaksanaan proyek program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, Medan Sumatera Utara sarat dengan masalah. Publik menilai, pengerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan dan terkesan rawan penyimpangan serta korupsi.

    Hal itu di buktikan, berdasarkan pantauan langsung awak media ini, dan dengan adanya tanggapan dari warga lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, yang mengeluhkan pengerjaan proyek tersebut.

    Salah satu warga setempat yang berinisial MF mengungkapkan, program yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Belawan, khususnya warga di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I melalui kontribusi pengurangan kumuh, terkesan menjadi ajang korupsi bahkan diduga tidak sesuai dengan bestek (RAB).

    "Kami (warga-red) masih menemukan kejanggalan-kejanggalan, baik di dalam proses pengerjaan proyek maupun di dalam proses pengadaannya," ujar MF kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).


    Terkait hal itu, MF kembali menunjukkan keheranannya, pasalnya, proyek pembangunan sumur bor dan septic tank terlihat belum selesai pengerjaannya di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I, namun sudah ada berita acara serah terima, yang sudah di tandatangani oleh berbagai pihak.

    Tak hanya itu, MF juga kembali mengatakan, bahwa Tim yang turun melakukan pemantauan terkait pengerjaan proyek tersebut seolah-olah menyatakan, bahwa di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I pembangunan sumur bor dan septic tank sudah selesai. Namun, kenyataannya belum terselesaikan.

    "Mereka membuat laporan, seolah-olah di lingkungan 28 sudah selesai, tapi hingga saat ini belum selesai, bahkan kalau di taksir baru 25 % pengerjaannya. Sebenarnya foto yang mereka kirimkan sebagai laporan itu berada di lingkungan 27," ungkap MF.

    Dirinya beserta warga lainnya berharap, agar pemerintah pusat maupun daerah mengevaluasi kinerja tim program KOTAKU Kota Medan, khususnya di Kelurahan Belawan I, dan menindak tegas bila terdapat pelaku yang menyelewengkan dana dari setiap anggaran pelaksanaan program KOTAKU.

    "Kami meminta pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi, bila perlu meninjau langsung kinerja Tim pelaksana Program 'KOTAKU'," harapnya.

    Tidak hanya MF, warga Lainnya Zul (nama panggilan) juga mengeluhkan hal yang sama, semenjak proyek program KOTAKU tersebut dilaksanakan di lingkungan 28, jalan menuju ke kediamannya menjadi rusak dan sulit untuk dilalui.

    "Sejak adanya pengerjaan sumur bor dan septic tank itu jalan menuju ke rumah kami menjadi rusak dan hingga kini belum diperbaiki mereka," ujar Zul.

    Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Medan HT Bahrumsyah mengatakan, bahwa BKM Kelurahan Belawan I masih menyelesaikan kegiatan yang tertunda.

    "Info yang saya terima, hal itu sudah difasilitasi oleh Koordinator Kota beserta tim mereka, agar BKM Kelurahan Belawan I dapat menyelesaikan kegiatan yang tertunda, dan progresnya masih berjalan," terang Bahrumsyah kepada wartawan melalui via WhatsApp.

    Hingga berita ini diterbitkan, Camat Medan Belawan Ahmad SP dan Lurah Belawan I Siti Maryam S.Sos. belum ada memberikan tanggapan apapun. Bahkan, saat dikonfirmasi wartawan terkait hal tersebut, terkesan bungkam dan enggan memberi keterangan.*

    Laporan : Hendra
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan