masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Denpasar - Setelah hampir sebulan memegang pucuk pimpinan Korem 163/Wira Satya, Danrem Kolonel Inf. Husein Sagaf, S.H., melakukan kunjungan kerja perdana ke dua Kodim Jajaran yaitu Kodim 1619/Tabanan dan Kodim 1611/Badung.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan, pada Rabu (27/05/2020) diawali di Kodim 1619/Tabanan.
Kedatangan Danrem 163/Wira Satya yang didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana Nyonya Fetty Husein Sagaf disambut oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto beserta istri, Kasdim, Perwira Staf dan Para Danramil.
Danrem pada kesempatan ini menyempatkan untuk meninjau pangkalan Kodim 1619/Tabanan yang menurut Danrem areanya tidak terlalu luas.
"Markas Kodim Tabanan areanya tidak terlalu luas seperti kantor Koramil saja", ungkap Danrem.
Namun demikian, luas area yang tidak terlalu luas bukan menjadi hambatan bagi kita untuk melaksanakan tugas pokok kewilayahan. Yang terpenting para personel yang ada dapat melaksanakan tugas secara maksimal dan profesional.
Rangkaian kunjungan kerja dilanjut dengan mendengarkan paparan laporan satuan Dandim 1619/Tabanan yang menjelaskan tentang kondisi satuan saat ini dari aspek geografi, demografi dan kondisi sosial termasuk pelaksanaan program kerja dan anggaran yang harus dilaksanakan Kodim 1619/Tabanan di Tahun Anggaran 2020.
Dandim juga menjelaskan terkait percepatan penanganan Pandemi Covid-19 yang menunjukan tren penurunan.
"Berdasarkan data akumulasi terkonfirmasi di Kabupaten Tabanan terkait Covid-19, total positif 17, dalam perawatan 1, sembuh 16 dan tidak ada kasus meninggal. Sementara PMI yang masih melaksanakan karantina sampai dengan tanggal 26 Mei 2020 sejumlah 109 orang", papar Dandim.
Dalam arahannya Danrem 163/Wira Satya menyebut kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk mengetahui lebih dekat tentang kondisi satuan serta kendala dan hambatan apa yang dihadapi.
Danrem pada kesempatan ini mengatensi kepada Dandim terkait program kerja dan anggaran yang harus dilaksanakan.
"Program kerja bagi satuan wajib untuk dilaksanakan melalui perencanaan administrasi yang baik, kemudian anggaran yang sudah ada terlebih melalui DIPA maka wajib untuk diserap secara maksimal dan ditindaklanjuti dengan pelaporan di akhir pelaksanaannya", jelas Danrem.
Satuan Korem kaitannya dengan hal ini adalah sebagai supervisi bagi Kodim Jajaran dan akan selalu mengingatkan terkait pelaksanaan program kerja dan anggaran. Penyerapan anggaran menjadi atensi karena nantinya akan menjadi obyek pemeriksaan bagi komando atas atau otoritas terkait.
Sementara tentang percepatan penanganan Pandemi Covid-19, memang cukup menguras tenaga dan pikiran. Kita terus saling bersinergi dan berkoordinasi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Semua sudah memonitor perkembangan Covid-19 dan protokol kesehatan sudah berjalan sejak 23 Maret 2020.
Untuk kasus Covid-19 yang terjadi di Bali disebabkan oleh imported case PMI dan juga transmisi lokal dari orang yang sudah terinfeksi atau terkontaminasi.
Dalam hal ini tugas kita adalah membantu Gugus Tugas ataupun Satgas melakukan penjelajahan atau tracking terhadap terjadinya transmisi lokal.
Sementara bagi PMI langkah yang dilakukan adalah melalui rapid test dan dilanjutkan SWAB sehingga selama menunggu hasil test mereka harus menjalankan karantina dan dilakukan langkah lanjutan.
Danrem juga menyinggung tentang Bali yang menjadi percontohan penanganan Covid-19 oleh Presiden RI Joko Widodo. Untuk itu menjadi suatu kebanggaan bagi kita masyarakat Bali diapresiasi oleh Pemerintah RI.
"Tugas kita dan masyarakat Bali adalah mendukung sehingga kebanggaan ini dapat dipertanggungjawabkan dan Bali memang layak menjadi contoh. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi tugas kita sebagai aparat kewilayahan bersama instansi terkait lainnya," tuturnya.*
Laporan : Iskandar
Sumber : Korem 163/Wira Satya

