• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tanpa Bantuan Pemkab Bogor, Warga Perum Pesona Palad Inisiatif Membuat Gardu Penyemprotan Disinfektan Sendiri

    04/04/20, 15:30 WIB Last Updated 2020-04-04T08:32:19Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Foto : Gardu penyemprotan disinfektan pada pintu gerbang utama Perum Pesona Palad, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor


    Lambannya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor membuat masyarakat berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan sendiri. Seperti yang dilakukan warga Perumahan Pesona Palad Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal.


    TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Kendati status zona merah rawan penularan virus corona (Covid-19) dikawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat bertambah yakni Kecamatan Ciomas. Setelah ada satu warga di wilayah tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corona oleh tim dokter.

    Dengan demikian, sudah enam kecamatan yang masuk daftar zona merah Covid-19 di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Cibinong, Gunung Putri, Bojong Gede, Parung Panjang, Cileungsi dan Ciomas.

    Namun kendati sudah ada enam kecamatan yang masuk daftar zona merah, Pemerintah Kabupaten Bogor masih terkesan lamban dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 ini. Pemerintah daerah setempat belum secara maksimal melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman warga sebagai salah satu upaya pencegahan wabah virus tersebut.

    Setelah ada enam kecamatan yang berstatus zona merah, hendaknya pemerintah daerah setempat bereaksi cepat dengan segera mengantisipasi kecamatan lainnya agar tidak terpapar virus tersebut. Salah satunya bisa dengan cara penyemprotan disinfektan pada pemukiman warga.

    Lambannya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor membuat masyarakat berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan sendiri. Seperti yang dilakukan warga Perumahan Pesona Palad Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal.

    Dengan di koordinir pengurus RW 012, warga di Perumahan Pesona Palad membuat gardu yang dirancang khusus dengan alat penyemprotan disinfektan di tiga titik pintu masuk perumahan tersebut. Upaya pencegahan virus Corona ini murni menggunakan dana kas RT dan RW ditambah sumbangan donatur tanpa adanya bantuan dari pemerintah daerah setempat.

    Foto : Kantor Desa Cikahuripan tampak sepi

    Bahkan sejauh ini, dari pihak Pemerintahan Desa Cikahuripan juga sama sekali tidak ada upaya pencegahan secara konkrit. Hanya selembar kertas imbauan saja yang dibagikan Pemerintahan Desa Cikahuripan kepada warganya.

    Ketua RW 012, Suryadi saat dikonfirmasi media Tribuananews.com dan Postdesa.com pada Sabtu (04/04) dikediamannya membenarkan bahwa gardu disinfektan yang berada di pintu masuk Perum Pesona Palad adalah inisiatif warga setempat dengan menggunakan biaya kas lingkungan yang pengerjaannya dikoordinir oleh para pengurus RT setempat.

    "Kebetulan saya baru sehat setelah beberapa hari kemarin sempat sakit dan dirawat. Iya, gardu penyemprotan disinfektan yang ada dipintu masuk perumahan ini memang benar inisiatif warga dalam mencegah masuknya virus corona. Gardu disinfektan ini ada di tiga titik pintu masuk dan keluar Perum Pesona Palad. Gardu ini dibuat dengan menggunakan keuangan lingkungan dari tiap-tiap pengurus RT dan RW yang ada di perumahan ini," jelas Suryadi.

    Menurut Suryadi, kendatipun belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penyemprotan disinfektan, para pengurus RT dan RW bersama warga di Perum Pesona Palad secara swadaya melakukan penyemprotan disinfektan yang di sentralkan pada tiga titik pintu masuk dan keluar di perumahan ini.

    Tanggapnya pengurus lingkungan RT dan RW di perumahan ini dalam pencegahan Covid-19 patut ditiru dan diapresiasi, tanpa adanya bantuan dari pemerintah daerah setempat mereka berinisiatif melakukan pencegahan wabah Covid-19.

    Warga Perumahan Pesona Palad sangat berterima kasih kepada pengurus lingkungan RT dan RW yang tanggap darurat dan membuatkan gardu penyemprotan disinfektan dipintu masuk dan keluar perumahan. namun demikian, warga tetap berharap adanya penyemprotan disinfektan secara door to door agar lebih efektif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dilingkungan tempat tinggal.* (Bachtiar)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan