masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM |Waeura -Camat Waplau Halid Tasalisa, SH., Kapolsek Waplau, Kamtibmas Desa Waeura, Tim Medis Kec. Waplau dan Pemerintah Desa Waeura melakukan penyemprotan Disinfektan tahap lanjutan demi mengantisipasi COVID-19 di Desa Waeura . Penyemprotan tersebut dilakukan karena adanya isu tentang salah Seorang Mahasiswa asal Alor NTT, yang dinyatakan positif melalui Rapid test Pada Pusat Karantina di Namlea.(09/04)
Gerakan cepat camat Waplau bersama Polsek Waplau, Tim Medis dan PEMDES Waeura juga mengunjungi serta memastikan kondisi 8 ODP Desa Waeura yang melakukan Karantina mandiri di rumah semua dalam keadaan sehat.
Kapolsek Waplau Bahtiar Teppo memberikan arahan serta memotivasi kepada 8 ODP agar tetap di rumah selama 14 hari supaya bisa memutus mata rantai COVID-19. Ke 8 ODP ini termasuk Mahasiswa-Mahasiswa yang menempuh Pendidikan diluar Maluku yang kembali Pasca dinyatakan libur dari Kampus tempat Kuliahnya.
Dalam 14 hari kedepan kita tetap melakukan pemantauan terhadap 8 ODP tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dalam situasi saat ini kita tidak bisa tinggal diam walaupun masih status ODP kita tetap memastikan secara langsung sampai masa karantina selesai. Tambahan Bahtiar Teppo.
Kepala Desa Waeura Mahyudin Marasabessy Mengatakan bahwa pihaknya dan Tim Kesehatan Desa Waeura juga akan kontrol setiap saat agar 8 ODP tetap dalam pengawasan yang ekstra mengingat sudah 1 yang positif pada Pusat Karantina di Namlea walaupun baru hasil Rapid test namun kita harus Waspada karena menyangkut nyawa manusia. COVID-19 sudah mendunia bukan cuma isu belaka namun bukti nyata yang telah kita saksikan secara langsung di Media, baimedia televisi maupun internet.
Tambahan Marasabessy, tetap di dirumah tetap jaga jarak, sering cuci tangan, selalu gunakan masker apabila diluar rumah, jaga kesehatan anda, dan ikut anjuran Pemerintah "Anda sehat kami senang" Apabila ada orang baru segera laporkan ke Tim Relawan COVID-19 Desa Waeura agar segera di telusuri.(HMD IPA)



