masukkan iklan disini
Kepala Desa (Kades) Cikahuripan, Makmur Nurhendi saat dikonfirmasi Tribuananews.com, pada Minggu (26/4) melalui sambungan WhatsApp membenarkan kabar tersebut.
Menurut Makmur, selama ini Encim punya riwayat gangguan lambung atau mah. Namun, besok akan dilakukan Rapid Test.
"Sekdes itu punya riwayat lambung sama mah, memang kemarin merasa pusing, terus berobat di cek hasil katanya reaktif. Makanya dari pada nanti ke arah covid mending di rawat ajah. Besok Senin mau rapid test," kata Makmur kepada Tribuananews.com, Minggu (26/4).
Terkait Sekdes Cikahuripan yang masuk Rumah Sakit alangkah bijaknya jika masyarakat tidak menjustice terlalu awal sebelum ada hasil resmi dari pihak rumah sakit yang menanganinya.
Karena reaktif belum tentu dia positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Alangkah sialnya orang-orang yang sudah dinyatakan positif corona atau Covid-19 melalui rapid test, tapi setelah tes kedua atau konfirmasi, misalnya, dengan PCR (Polymerase Chain Reaction), ternyata hasilnya negatif. Tapi, tekanan psikologis bagi orang-orang yang dinyatakan positif pada rapid test sangat besar. Penolakan masyarakat juga jadi beban.
Guna menghindari hal seperti ini hendaknya masyarakat mempercayakan pemeriksaan tindakan secara medis kepada pihak Rumah Sakit yang merawatnya. Karena tidak sedikit juga orang yang positif Covid-19 bisa sembuh dari penyakitnya.
Sampai berita ini diturunkan Tribuananews.com belum mendapat keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Permata Jonggol. Dan akan dicoba konfirmasi langsung, pada Senin (27/4) besok.* (Bachtiar)

