masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bogor -
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Bogor, akibat penerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), POLRI dan TNI, membuka kegiatan dapur umum di Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja.
Pelaksanaan kegiatan dapur umum yang dilakukan ini, menurut Kasat Binmas Polres Bogor AKP Achmad Budi Santoso,S.H, adalah salah satu bentuk kepedulian Pimpinan POLRI dan TNI yang ada di Kabupaten Bogor, dalam upaya untuk meringankan beban masyarakat, yang terdampak langsung virus corona.
"Jadi dalam pemberian bantuan makanan siap saji ini, target utama kami adalah bagi warga masyarakat yang mana penghasilannya menurun, para karyawan atau buruh pabrik yang di rumahkan, dan juga kepada para pedagang yang dulunya berjualan di lingkungan sekolah, namun akibat virus corona, akhirnya semua sekolah di liburkan, sehingga saat ini pendapatan mereka tidak ada lagi," imbuhnya.
Masih menurut Kasat Binmas Polres Bogor AKP Achmad Budi Santoso,S.H, bahwa rencana kegiatan dapur umum ini, akan di laksanakan di 5 Desa dari 5 Kecamatan di Kabupaten Bogor, dan untuk pelaksanaan yang pertama akan dilakukan di Desa Cilebut Timur, dan prosesnya di buat masakan yang siap saji, dan akan di distribusikan dengan cara, diantar langsung ke rumah warga masyarakat yang terdampak virus corona.
"Jadi untuk distribusinya nanti, kami bekerjasama dengan pihak pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, untuk mendata warga RT mana saja yang banyak terkena dampak virus corona, sehingga itulah yang akan di prioritaskan untuk mendapatkan bantuan makanan siap saji ini, dan untuk pendistribusian sendiri, kami tidak mengumpulkan massa, tetapi kami yang bergerak, door to door mengantarkan makanan bersama pihak desa, Tagana, karang taruna dan ibu PKK, yang turut ikut membantu dalam pelaksanaan kegiatan dapur umum ini, dan rencananya kami akan membagikan nasi bungkus sebanyak 250 sampai 300 orang," jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Muhtar Kelana Kepala Desa Cilebut Timur mengucapkan terimakasih kepada pihak POLRI, TNI dan Dinas Sosial, menurutnya dengan adanya pelaksanaan dapur umum ini, warga Cilebut Timur khususnya RW 1, dapat terbantu dan sekaligus juga mengurangi beban yang di tanggung para warga akibat dampak dari covid 19.
Disamping itu, Muhtar Kelana mengatakan kalau Cilebut Timur, sampai saat ini belum masuk dalam zona merah, ataupun ada yang terindikasi ODP maupun PDP, namun tetapi, besar kemungkinan akan sangat berdampak untuk penyebaran virus corona, disebabkan berbatasan langsung dengan Kota Bogor yakni Tanah Sereal yang saat ini sudah masuk dalam Zona Merah.
Sehingga untuk itu, Muhtar Kelana meminta kepada warganya, dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Bogor, agar mengikuti dan melaksanakan aturan yang telah di tetapkan.
"Saya berharap kepada masyarakat Cilebut Timur, dalam.penerapan PSBB ini, agar mengikuti aturan pemerintah, untuk tetap tinggal di rumah, dan kalau adapun masyarakat yang memang harus ke luar rumah, karena hal yang sangat penting, saya harapkan harus memakai masker dan sarung tangan, dan menjaga jarak (Sosial Distancing)," ungkapnya.
Dalam penerapan PSBB yang sudah berjalan hampir 5 hari ini, Muhtar Kelana juga meminta kepada pemerintah Provinsi agar segera merealisasikan bantuan kepada masyarakat terutama berupa sembako, apalagi saat ini masyarakat terus menanyakan kepada pemerintah desa, atas bantuan yang di janjikan pemerintah provinsi.
"Jujur saja setiap hari pak RW dan RT, datang ke kantor desa menanyakan masalah bantuan yang di janjikan pak Gubernur, sebab mereka juga para RW dan RT, setiap harinya di datangi oleh para warga untuk menagih janji, setelah mendengar bantuan yang akan di berikan pemerintah Provinsi Jawa Barat, apalagi Cilebut Timur ini, berbatasan dengan kota Bogor, dimana saat mendengar kota Bogor sudah ada yang mendapatkan bantuan, maka informasi itu cepat sekali datangnya dan di terima masyarakat disini," jelasnya.
Sementara itu, untuk bantuan kepada masyarakat, Muhtar Kelana mengatakan kalau pemerintah desa Cilebut Timur, sudah melakukan pendataan warganya, yang terkena dampak covid 19 sebanyak 4500 KK.*(Hotma Lingga.T)



