masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Halmahera Selatan -Keluhan warga terkait tidak transparansi kepala desa Amasing Kota Barat kecamatan Bacan kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara telah dilakukan klarifikasi oleh kepala desa.
Kades Amasing Kota Barat melakukan klarifikasi atas keluhan warganya melalui rapat yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam tanggal 25 April 2020.
Sesuai hasil pantauan awak media ini , rapat klarifikaai ini dipandu oleh Kepala Desa , Pendamping desa dan Camat kecamatan Bacan. Sementara hadir sebagai peserta rapat adalah Pemuda , tokoh masyarakat , tokoh Agama dan tokoh Adat desa Amasing Kota Barat.
Dalam rapat tersebut dengan agenda klarifikasi terkait pembagian sembakau dan minyak tanah yang telah dibagilan kepada masyarakat desa Amasing Kota Barat pada beberapa hari yang lalu serta dana BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) yang saat ini menjadi keluhan masyarakat.
Kepala desa Nasrul Salim dalam arahannya menjelaskan , " pembagian sembakau dan minyak tanah adalah satu paket dengan nilai Rp. 250.00p. yang telah dibagikan pada setiap rumah beberapa hari lalu itu adalah kebijakan saya melalui dana desa (DD ) tahun ini.
Kebijakan yang diambil ini akan saya pertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah apapun resikonya.
Asalkan saya gunakan untuk kepentingan masyarakat saya ditengah - tengah dampak covid - 19 ini , " jelas Nasrul.
Lanjut Nasrul , " terkait dengan dana BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) yang jumlahnya Rp. 6000.000./ KK tersebut hingga sekarang belum ada pencairan , karena harus melalui musyawarah desa dulu untuk memastikan siapa yang wajib menerima BLT tersebut , " jelas Nasrul.
Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh pendamping desa Husni Saban maupun camat.
Camat kecamatan Bacan Ibnu Iskandar Alam engatakan , " pembagian BLT tetap Rp. 600.000. / KK setiap bulan dan tidak bisa kurang.
Olehnya itu harus didata dengan teliti , agar KK yang sudah disentuh oleh bantuan lain tidak bisa lagi mendapatkan BLT , " jelas Ibnu.
Kepala desa Nasrul Salim saat dikonfirmasi usai rapat mengatakan , " dengan adanya rapat klarifikasi ini masyarakat sudah puas dengan apa yang saya lakukan itu , setelah kami memberikan penjelasan.
Menurut saya , sebenarnya masyarakat awalnya sudah faham , namum adanya ditunggangi oknom tertentu untuk mencari tau kesalahan kepala desa , " kata Nasrul.
Terkait komentar kepala pemuda dan pembentukan posko sebagaimana dberitakan oleh media Tribuananews com kemarin tanggal 25 April 2020 Nasrul mengatakan , saya tidak melantik saudara Dedi selaku ketua pemuda terpilih karena : pertma , menkonsumsi dan menjual minuman keras yang mengakui sendiri setelah saya dan Babinsa panggil dan memeriksanya , dan yang ke dua , saudara Dedi adalah seorang PNS , " jelas Nasrul.
Nasrul menambah kan , " Satgas penanangan covid - 19 desa Amasing Kota Barat sudah dibentuk baru didirikan posko. Jadi mereka komentar di berita itu keliru.
Adapun pengurus Satgas ketua kepala desa , sekertaris ketua BPD dan anggota para RT dan RW , " ungkap Nasrul.*( Ade Manaf )



