masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Donggala - Sampai saat ini pengerjaan pembangunan dua jembatan gantung yang berada di Desa Pakava dan Desa Bonemorawa Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala belum ada tanda-tanda pekerjaan dilanjutkan. Kondisi jembatan penghubung antar dusun tersebut masih terbengkalai pengerjaannya diakhir 2019 kemarin oleh pihak kontraktor.
Dari pantaun media ini, (26/4/2020) pengerjaan jembatan gantung Desa Pakava dengan panjang 17 meter belum terpasangnya papan lantai, baut pada balok gelagar serta ram pengaman pada tepi kiri dan kanan jembatan. Sebagian material seperti besi plat di biarkan berserakan dimana-mana.
Penelusuran media ini, proyek yang bersumber dari DAK 2019 itu dikerjakan satu paket dengan jembatan gantung Bonemorawa dengan anggaran satu milyar lebih oleh CV. Tanden yang berkedudukan di Kota palu.Namun entah, penyebabnya apa, sehingga proyek tersebut dibiarkan terbengkalai.
Menurut keterangan warga dusun II Desa Pakava Slamet (47) pembangunan jembatan gantung tersebut dibagi dua item yang pengangarannya di alihkan untuk pembangunan jembatan gantung Rio - Bonemorawa dengan mengunakan satu papan proyek item jembatan Desa Pakava, dengan tidak disertai berita acara pengalihan.
Lebih lanjut Slamet menambahkan jembatan tersebut tidak dapat di manfaatkan, hanya mengunakan jembatan darurat, sementara warga sekitar sangat mengharapkan proses pengerjaan jembatan tersebut demi kelancaran akses warga dalam menjalankan aktifitas keseharianya.
" Dengan kondisi tersebut kami berharap Pemerintah Kabupaten Donggala untuk tidak berpangku tangan dengan melakukan peninjauan serta melanjutkan pembangunan tersebut " pungkasnya.
Pejabat pembuat komitmen (PPK), Ruly yang berusaha dikonfirmasi via nomor whatsappnya belum berani memberikan tanggapan. Beberapa kali ingin di konfirmasi di Dinas PUPR Kabupaten Donggala, (30/4/2020) pun tak pernah berhasil dikarenakan masih merebaknya pandemi covid-19. * (Ags)



