masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tolitoli - Tim Dokter rumah sakit umum Daerah (RSUD) Mokopido Tolitoli, pada jum'at (20/3/2020) menetapkan status seorang anak laki-laki usia 3 tahun sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Penetapan status PDP tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam melalui proses rontgen dan CT Scan diruang radiologi RSUD Mokopido.
Pada konfrensi pers yang digelar di Aula RSUD Mokopido pada jum'at petang, dr. Melda, S.pa, M.kes dan dr. Sintia Sp. PK. M. Kes menjelaskan bahwa pada tanggal 18 maret 2020 pasien 01 masuk rumah sakit dengan keluhan diare, namun keesokan harinya pasien mengalami batuk, pilek dan demam serta suhu badannya diatas normal sehingga pihaknya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan secara intensif diruang radiologi.
Hasil radiologi sebagai mana dijelaskan oleh dr. Faisal YK, Sp. Rad, ditemukan bercak-bercak pada paru-paru kanan dan kiri pasien sehingga disimpulkan pasien mengidap penyakit viral pneumonia, atau penyakit yang disebabkan oleh virus.
Sementara itu, Direktur RSUD Mokopido Tolitoli dr. Hi. Danial, MM bahwa sesuai gambaran klinik, gambaran laboratorium dan gambaran radiologi menunjukkan kearah pneumonia.
Namun kata Danial, penyebab pneumonianya ini belum bisa dipastikan apakah corona virus disease (Covid) atau kuman lain, dan menunggu hasil pemeriksaan specimen yang akan ditindaklanjuti. Untuk itu, dengan pneumonia yang dideritanya ini sehingga pasien - 01 ditetapkan sebagai PDP dan prosedur penanganan PDP dilakukan diruang isolasi.
Olehnya Direktur RSUD Mokopido meminta agar semua pihak dapat memahami bahwa pasien 01 dirawat diruang isolasi bukan karena yang bersangkutan sudah positif Covid, namun sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran dari penyakit tersebut.
Di tempat yang sama ketua ikatan dokter indonesia (IDI) cabang Tolitoli dr. Moh.Sofyan, Sp.B selaku koordinator seksi manajemen klinis satgas covid 19 Kabupaten Tolitoli juga menjelaskan bahwa pasien 01 merupakan PDP pertama di Toli toli. Selama dalam pengawasan, semua tenaga medis yang kontak langsung dengan PDP harus mengunakan alat pelindung diri yang standart.
Sofyan juga menjelaskan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan RI maka terhadap pasien 01 Tolitoli ini telah dilakukan pemeriksaan tenggorokan dan pengambilan serum sebagai sampel untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dan selanjutnya akan dikirim kepusat penelitian dan pengembangan kesehatan (Puslitbangkes) kemenkes RI untuk penelitian lebih lanjut.
"Hasil penelitian Puslitbangkes itulah nanti yang bisa menentukan apakah pasien 01 ini positif atau negatif corona virus" tutup Sofyan.
Konfrensi pers yang berlangsung hampir 2 jam itu, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli Anjasmara, S.Pt, M.Si bersama kepala bagian protokol dan komunikasi pimpinan Setdakab Tolitoli Arham A, Jacub, SH selaku perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Tolitoli. * (Ags)


