masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Jember - Ketika Virus Covid- 19 mulai merebak di Indonesia, cairan pembersih tangan atau hand sanitizer langsung laris manis laku terjual. Bahkan di beberapa tempat, harga cairan tersebut melambung tinggi dan susah didapatkan. (17/03)
Tidaklah mengherankan bila hand sanitizer kini sulit diperoleh di apotek maupun toko swalayan. Hal itu seiring dengan tingginya permintaan cairan pembersih tangan tersebut.
Kondisi ini menginspirasi Fakultas Kedokteran Universitas Jember untuk mengajarkan kepada masyarakat membuat hand sanitizer sendiri. Ini dilakukan melalui bakal media sosial vidio yakni You tube.
"Hand sanitizer ini merupakan pengganti air dan sabun untuk membersihkan tangan. Sekarang cairan itu banyak diburu orang untuk mengantisipasi terkena virus Corona," jelas salah satu dosen FK Unej, dr Ika Rahmawati Sutejo.
Menurut dr Ika, membuat hand sanitizer sejatinya tidaklah sulit. Sebab semua bahan dasarnya tersedia di toko kimia, dan jauh lebih murah ketimbang beli di Apotek.
" Kita ingin mengajak masyarakat untuk bikin cairan ini sendiri di rumah. Namun cairan ini sesuai standar dari WHO, minimal kandungan alkoholnya 60 persen," imbuh Ika.
Sementara itu Nurul Istinaroh yang juga merupakan dosen FK Unej mengemukakan, tantangan vidio hand sanitizer di kanal medsos tersebut sudah banyak di tonton netizen. ", Kenapa cara membuat cairan pembersih tangan oleh FK di tayangkan lewat Youtube, karena ketika situasi seperti ini tidak mungkin untuk mengumpulkan orang," kata Nurul.
Meski FK Unej berhasil memproduksi cairan pembersih tangan, namun pihaknya tidak berkeinginan untuk mengeruk keuntungan dari pembuatan hand sanitizer tersebut. *(Bagus)


