• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Harga Gula Putih Melambung Di Aceh Tamiang, Pedagang Minuman dan Masyarakat Berharap Gula Impor Bisa Masuk

    admin
    08/03/20, 16:35 WIB Last Updated 2020-03-08T10:09:39Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRUBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Harga gula pasir/putih sepekan ini melambung di Aceh Tamiang, sementara pedagang minuman dan masyarakat mengeluh dengan kondisi harga per kologram mencapai Rp. 16.000,00 - Rp. 17.000,00.

    Sementara sebagian masyarakat berharap dapat impor gula pasir dari Negeri seberang yakni Thailand dominan harganya murah.

    Kepada wartawan Tribuananews.com Minggu, (08/03/20) di pasar Kualasimpang Sulaiman (50) warga Karang Baru mengatakan keluhannya, "Jangankan pedagang warung, kami masyarakat juga berat dengan harga gula hingga Rp. 17.000,00,-/kilogram eceran. Kami pecandu kopi senantiasa butuh terus - menerus gula putih". Ujarnya.

    "Andai berharap adanya pasokan gula putih dari Thailand, harga gula dapat stabil, bahkan lebih murah dikisaran harga Rp. 9.000,00, - Rp.10.000,00,-/ kologram". Jelasnya.

    Katanya lagi, "Jangan - jangan gula Thailand digudang Pemerintahan memadai, barang kali ada dugaan dipermainkan oleh pihak - pihak tidak bertanggung jawab". Ungkapnya.

    Seorang ibu rumah tangga warga Seruway Mardhiah (32) juga berhasil ditanyai media saat belanja di pasar Upah, ia katakan " Saya beli tempat Mi'un harga Rp. 16.000,00,-/ kilogram, dibanding tempat lain harga Rp. 17.000,00,-/ kologram. Bahkan dikios Kampung ada yang jual Rp. 18.000,00,-/ kilogram". Paparnya.

    Hermansyah (35) seorang pedagang warung minuman di kawasan Karang Baru kepada awak media sampaikan, " Serba sulit bagi kami pedagang minuman, mau naikkan harga tiba turun lagi, jadi serba susah juga. Bertahan dulu sementara ini, biar berat dihasil pendapatan. Semoga ini tidak berlangsung lama". Pintanya.

    Nurdin (42) pedagang grosir di pajak Kualasimpang menyampaikan kepada wartawan media ini "Kami pedagang grosir, mau tidak mau tetap belanja karena kebutuhan pokok masyarakat juga. Memang komoditu gula putih ini, mahal murah, bagi kami sama saja, secara hitungan dagang untungnya tetap sama". Imbuhnya. (Adi S)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan