masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Keluh kesah sebagai warga miskin, pasien berobat ke Rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan namun sangat disayangkan ketika hendak mengambil obat, salah satu Obat harus menebus di luar dikarenakan obat tersebut stok nya habis.
Seperti yang di alami oleh saudara Ferdiansyah warga kinjil pesisir kecamatan benua Kayong kabupaten Ketapang Kalimantan barat.
Dirinya menceritakan, saat dirinya ingin mengambil obat di apotik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang, ada salah satu obat tidak ada, dirinya disuruh untuk menebus obat diluar rumah sakit.
" kejadian nya sekitar tanggal 13 Januari kemaren, Ada satu obat, saya disuruh menebus obat diluar, kata orang rumah sakit obat itu habis, kebetulan pada waktu itu saya tidak ada uang," aku Ferdi kepada Tribuananews.
Saat dikonfirmasi ke Plt.Direktur Rumah Sakit Agoesdjam Dr. Herman Basuki, dirinya mengaku lagi tugas diluar kota, diri nya mengarahkan ketemu Plh nya Ibu Enni.
" kalau pasien BPJS beli obat diluar karena obat habis akan diberikan ganti rugi, Jadi tetap dihitung gratis.Kalau tidak ada bu Enni coba jumpai pak Bahar(keuangan).
Biasanya klu saya ditempat semua persoalan bisa diselesaikan," jelas dia melalui via pesan Whatsapp, Senin (17/2).
Dirinya menambahkan, baiknya gini saja, pasiennya beli saja obatnya dulu, kasihan kan beliau lg sakit.Nanti hari kamis saat saya datang akan saya ganti uangnya. Jumpai ke ruangan saya pasiennya
Begitu saja ya.
"kebetulan saya tugas luar tentunya berbeda kalau saya disana biasanya semua hal pelayanan bisa teratasi.
Tolong arahkan pasiennya hari kamis ke saya Tentu tetap saya bantu," tambahnya.
Dilain pihak, Kepala BPJS Kesehatan Ketapang Andi Sahputra menjelaskan, Jika berdasarkan indikasi medis peserta di caver maka semua tindakan medis itu dicaver dan termasuk penunjang. selama ini sudah berjalan baik, cuman yang menjadi tantangan kadang dengan tinggi nya kunjungan peserta dengan kesiapan secara personal itu yang ada banyak penggunaan.
" Terkait pasien yang membeli obat di luar, itu benar. Karena kes ini sudah kita tindaklanjuti, bahwa, jika ada, contoh nya salah satu obat sesuai dengan indikasi medis itu yang dibutuhkan pasien,dan kondisi dirumah sakit itu ternyata benar stoknya kosong, dari rumah sakit sudah berkomitmen, biasa diarahkan ke apotik yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit nanti pihak rumah sakit akan melakukan penggantian,"jelasnya saat dijumpai diruang kerjanya.
Dalam artian, Andi menambahkan, bahwa dalam rumah sakit Agoesdjam meminimalisir keluhan yang terjadi.
"Karena memang terkait dengan pelayanan kesehatan contohnya stok obat. Nama nya stok obat berkala jika dibutuhkan banyak mau tidak mau pasti terjadi kendala,"tambahnya.
Lebih lanjut dirinya menyebutkan, Tetapi langkah yang harus dilakukan peserta adalah memastikan kembali, karena benar kita menjaga hal hal yang tidak diinginkan.
"Memastikan kembali bahwa benar stok obat itu memang benar benar lagi kosong. Ideal nya memang harus dipenuhi pihak rumah sakit,"tutupnya. (Erwin)


