masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Belitung Timur - Mendadak heboh, terkait Mark Up BBM di OPD Belitung Timur (Beltim) yang berlanjut ketingkat penyidikan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel), Ranu Wijaya, SH, MH mengatakan, "Saya baru menerima laporan Kajari, terkait Mark Up BBM di OPD Beltim, berlanjut ketingkat Penyidik. Proses Full Data Mark Up BBM, itu sudah dilakukan dan ini harus diberitakan, pinta Ranu, karena ketika tingkat penyelidikan berlanjut dan terindikasikan perbuatan pidana, kasus akan dinaikkan ke tingkat penyidik tentu akan ada tersangkanya, dan pihak terkait akan dipanggil pihak Kajari untuk dimintai keterangannya," jelas Ranu kepada Tribuananews.com, Rabu (18/02/2020).
"Semua tinggal dikaitkan ke peristiwa pidana, jadi peristiwa pidana yang mana, apakah peristiwa pidana korupsi atau pidana umum, itu sedang didalami, makanya dinaikkan ke penyidikan di Beltim ini. Diproses penyidikan ini untuk mencari alat bukti dan menetapkan tersangka. Jadi tunggu nanti perkembangannya dari pak Kajari, dan hal hal yang seperti ini yang saya mau dari teman teman, yang harus mempertanyakan. Tadi pencegahannya sekarang penindakkannya," terang Ranu.
Menurut Ranu, ada ranahnya yang harus disampaikan ke media dan ada ranahnya yang tidak perlu disampaikan ke media, contoh tadinya mau dinaikan ke penyidikan mencari alat bukti gak jadi, gara gara di publikasikan, makanya itu ada ranah tersendiri.
"Saya itu orang yang bersahabat selalu dengan media. Saya di KPK empat tahun setiap malam selalu dengan media," ujarnya.
Ketika pemeriksaan orang masuk, lanjutnya, dan ketika ada sosialisasi, di KPK, kan sering anda lihat Menteri diundang tidak ada wartawan didalamnya, cuma ketika selesai, ada dipertanyakan oleh wartawan. "Inilah yang harus saya sampaikan pada teman teman media, bedanya pemeriksaan dan apa bedanya dimintai keterangan, serta apa bedanya Full Data, penyelidikan dan penyelidikan," jelasnya.
"Kapan kapan nanti saya akan undang anda semua, karena di Kajati, saya sudah menyiapkan tempat untuk teman teman, ini sedang dibangun tetapi mohon maaf, mungkin disana fasilitasnya tidak begitu, yang penting ada. Jadi saya tau nanti, mana yang wartawan itu dan mana yang wartawan ini, saya itu melindungi anda semua. Saya itu sakit kalau dengar wartawan itu macam-macam, saya kan mantan Kahumas enam tahun jadi saya bisa memfasilitasi, menjaga marwah media, orang kalau tanpa media gak bisa Negara ini berjalan dengan baik, jangan sampai salah pemahaman dan Mis Komunikasi," jelas Ranu.* (Pitoy/ Sht)

