• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Tak Transparan, Penerima Bedah Rumah Desa Potoya Kecamatan Dolo Kecewa

    admin
    18/02/20, 08:26 WIB Last Updated 2020-02-21T12:46:22Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Sigi - Program pembangunan/ rehap rumah tidak layak huni Gakin semi permanen diDesa Potoya banyak menuai masalah, pasalnya dana bantuan sebesar   Rp. 26.579.331 per kk yang bersumber dari DD tahun 2019 itupun diberikan dalam bentuk material langsung dari pengurus TPK.

    Hal ini disampaikan Susy mengenai kondisi rumahnya yang belum selesai, dikarenakan bahan material tidak mencukupi terpaksa digantikan dengan terpal sebagai dinding rumah. 

    Lebih lanjut Ia mengaku banyak kejanggalan dalam hal pembelian bahan dari toko, sejauh ini kami mempertanyakan kenapa tak diberikan nota pembelian dari toko untuk bisa kami lihat agar supaya tidak menimbulkan prasangka yang tidak baik.

    Lain halnya diungkapkan Rena mengenai desain gambar rumah dalam hal ini ada pemotongan sebesar 6 juta dari 15 unit program pembangunan rumah tidak layak huni. 

    "Jadi kami masih menganjal dengan anggaran tersebut, ditahun 2017 bedah rumah dengan anggaran 17 juta masih bisa tambah kamar mandi dan lebih bagus dari yang sekarang kejanggalan lainnya lanjut Rena, terkait indikasi mark up harga dugaan harga peritem bahan dari toko yang dibuat oleh pengurus TPK dan bendahara sangat jauh berbeda dari harga ril dilapangan, bahkan sampai saat ini nota pembelian bahan dari toko belum perna kami terima" ucapnya

    Sementara kasi pembangunan Desa Potoya, Dirman ketika dikonfirmasi media ini pada senin (17/02/20) mengatakan kalau masih ada bangunan yang bahannya habis dikarenakan mereka tidak mengikuti sesuai petunjuk teknis, seperti papan yang seharusnya rata tidak harus disusun.Padahal sudah sampai beberapa kali rapat, dari rapat penerimaan uang upah tukang sampai rapat perubahan.

    Lanjutnya disetiap hasil rapat semua harus menyampaikan jika ada masalah, ini tidak nanti diluar baru komplain. "terkait nota pembelian dari toko ada sama bendahara, sebelumnya untuk pembelanjaan barang kami minta kepada mereka untuk ikut mendampinggi, nyatanya mereka menolak" ujar Dirman.

    Terkait permasalahan ini awak media mencoba konfirmasi ke Kepala Desa Potoya Agra namun masih ada pertemuan di balai desa. * (Ags)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan