masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sungai Penuh - proyek Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sungai Penuh yang di bangun samping Kantor Camat Sungai Bungkal, sampai saat ini belum juga rampung, Jum'at (28/2).
Ini menjadi sorotan dari Lembaga Sosial Masyarakat Respect Sungai Penuh Kerinci Doni Am dan Dasril Dusky yang diduga proyek bangunan Miniatur Rumah Larik dan proyek bangunan Kantor Pusat Informasi Pariwisata Kota Sungai Penuh merupakan hibah Tahun 2019 dari APBN tersebut diduga tidak tuntas.
“Proyek Disbudpar Kota Sungai Penuh tahun 2019 ini merupakan dana hibah dari APBN, namun sampai sekarang belum selesai atau belum rampung juga, hal ini perlu dipertanyakan, proyek ini diduga diswakelolakan,” ujar Dasril Dusky
Dari Pantauan Aktivis senior ini (Dasril Dusky. Red) di lapangan Miniatur Rumah Larik terlihat amburadul, kayu - kayu berserakan. Proyek tidak ada papan merek, para pekerja tidak ada lagi.
" Diperkirakan dana pembangunan Miniatur Rumah Larik sekitar Rp 250 juta, dengan tujuan untuk melestarikan Arsitektur rumah Tradisional yang ada di Indonesia. Kalau dilihat dari tahun Anggarannya 2019, seharusnya Proyek ini sudah selesai tapi kenapa berantakan begitu,"ungkap Dasri Dusky
Sementara Kepala Dinas disbudpar, Zulwahdi saat mau dikonfirmasi awak Media Tribuananews.com tentang bangunan Miniatur Rumah Larik di Kantornya, tidak berada ditempat karena sedang Dinas luar. *(Toni)


