masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sungai Penuh – Hanya 5 dari 6 bakal calon Wali Kota yang telah menyampaikan visi misi di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jambi, Rabu (5/2).
Ke-5 balon itu, yakni H. Zulhelmi S.H MM, Drs H. Pusri Amsi, Ahmadi Zubir H Ichwan Agus MM, Dr. Meidrin Joni SpoG dan 1 calon yang tidak memenuhi Undangan dari DPW yaitu Fikar Azami.
Ketua DPC PPP Kota Sungai Penuh Andi Octavian menjelaskan, 6 bacalon tersebut telah diundang oleh DPW PPP Jambi dengan surat nomor 140/Int/I/2020, melalui DPC perihal penyampaian visi misi dan Fit and proper Test yang dilakukan pada tanggal 5/2/2020.
Menurut Andi kepada Tribuananews.com, minggu 16/2 lewat telepon Selulernya mengatakan, tidak ada calon yang diistimewakan dalam proses pentahapan perebutan rekomendasi di PPP, sebab hingga saat ini ke-6 balon ini masih memiliki peluang yang sama dalam memperebutkan rekomendasi PPP yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Sungai Penuh.
“Semua kandidat mempunyai peluang yang sama, tergantung hasil fit and Proper Test dan tentunya hasil survey kandidat masing-masing dan tidak ada yang diistimewakan seperti wacana-wacana yang kita dengar,” tegasnya.
Ia memastikan, rekomendasi PPP akan dikeluarkan langsung oleh DPP PPP sesuai dengan tahapan yang akan dilalui oleh setiap balon.
“Rekomendasi dikeluarkan oleh DPP sesuai dengan kewenangannya dan tentunya juga berkoordinasi dengan DPW dan DPC dalam mengeluarkan rekomendasi berdasarkan kajian-kajian,” katanya.
Dalam hal ini perlu juga diketahui masyarakat banyak bahwa di PPP ada dua kategori bakal calon yaitu dari internal dan Eksternal partai, mengapa kita terima dari luar Partai dikarenakan Partai PPP ini adalah milik masyarakat yang memiliki hak yang sama.
Bakal calon Wali Kota Sungai Penuh yang dulunya yang mendaftar, kini sedang dalam proses tahapan penjaringan di DPP PPP pusat yang dihadiri Ketua DPW Provinsi Jambi Evi suherman, dan Ketua DPC PPP Kota Sungai Penuh Andi Octavian beserta Sekretaris Armadi dan anggota Partai Jafar maha.
Andi juga menyinggung masalah Rumor yang berkembang saat ini, bahwasanya setiap Calon yang diusung oleh PPP harus pasangannya dari kader PPP, itu tidak benar malah bisa saja sebaliknya (Tidak mutlak.Red), ini tergantung dari banyak aspek Penilaian kelayakan Calon itu sendiri.
Yang jelas Calon tidak ikut dalam proses FIT AND PROPER TEST itu yang tidak akan kita pertimbangkan, Tegas Andi Octavian.*(Bari)


