masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Dalam rangka antisipasi terjadinya kenakalan remaja sejak dini, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban (Bhabinkantibmas) Polsek Seruway jajaran Polres Aceh Tamiang Brigadir Kepala (Bripka) Andang Bahari ber - Inovasi dengan membangun Pesantren Tahfidz Al - Qur'an di salah satu Desa binaannya Kampung Lubuk Damar Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan Pesantren Tahfidz Al - Qur'an tersebut dengan Dana pribadinya serta hasil swadaya Wali Murid/santri, berdirilah pesantren untuk membimbing mental serta Foundasi anak sejak dini dari pengaruh Lingkungan, kenakalan remaja serta pengaruh radikalisasi.
Saat ditemui dilokasi Pesantren Bripka Andang kepada wartawan Tribuananews.com mengatakan "Awal mula timbul ide ini dalam diri saya karena saya melihat pengaruh sangat luar biasa bagi para remaja, bahkan orang dewasa juga oleh bahaya radikalisme, Narkoba serta budaya - budaya ekstrem dalam kehidupan sosial masyarakat". Ujarnya.
"Ini merupakan hasil karya Inovasi saya sendiri untuk menyelamatkan generasi diwilayah binaan saya selaku seorang Bhayangkara Pembina di masyarakat. Dewasa ini kita mrlihat gejolak sosial sangat luar biasa parahnya, dimana bukan remaja, bahkan orang tua sekalipun lupa diri terhadap Narkoba, radikalisasi, kriminal serta bahaya lainnya". Paparnya.
Saat ditanya awak media ini, kapan dimulainya program ini, ia menjawab "Program ini mulai pada awal Tahun 2019 lalu, dengan niat 'Bismillaah', saya dibantu oleh Ustadz Dedek tempat saya berkonsultasi, dan beliau juga sebagai guru bagi anak santri kami. Permulaan hanya 25 santri ikut belajar, hingga saat ini kami sudah miliki 220 santri, 'Alhamdulillaah', ada kemajuan yang baik". Akuinya.
Kata Andang " Melalui Pendidikan Ilmu Agama saya berusaha untuk bentengi kebribadian serta mental spritual anak - anak di Desa binaan mencegah terjerumusnya mereka oleh dinamakan penyakit masyarakat. Kita ketahui dalam ilmu Agama, Ketaqwaan dan kokohnya nilai - nilai ke - Imanan dapat mencegah setiap insan dari perbuatan maksiat serta semua larangan Allah SWT," Ungkapnya.
"Dengan belajar menjadi Hafidz Al - Qur'an merupakan salah satu pilar foundasi bagi anak sebagai bekal diri menjadi hamba yang Nuttaqin. Mampu menjadi Hafidz Al - Qur'an dan menguasai maknanya dapat menyelamatkan dirinya dan keluarga terdekatnya dari api Neraka. "Subhanallaah" Pungkasnya.
Beberapa orang Wali Murid disekitar Pesantren berhasil dimintai pendapatnya, terkait adanya Pesantren Tahfidz Al - Qur'an tersebut mengapresiasi ide Inovasi Bhabinkantibmas Desa mereka. Salah seorang Ibu - ibu Wali Murid menengadahkan tangannya ke atas mengatakan "Semoga Allah SWT membalas kemulian Bapak Polisi ini dan seluruh keluarganya, dimudahkan rezekinya, serta dibahagiakan kehidupan keluarganya Dunia dan Akhirat,"Pintanya. (SAP)


