masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Sungai Penuh - Menjelang Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Jambi, Bendera Partai Mahasiswa Bersatu (PMB) dibakar dan dirusak oleh orang tak dikenal.
Tentunya hal ini sangat disayangkan karena, perpolitikan kampus seharusnya dijadikan sarana untuk menerapkan teori dan keilmuan yang didapat dengan seideal mungkin, bukan malah menggunakan cara-cara kotor untuk mendapatkan kekuasaan.
PMB memang baru saja melakukan kegiatan pelantikan jajaran pengurus pusat dan fakultas serta reuni akbar seluruh angkatan kader pada tanggal 7 Februari kemarin sehingga banyak Bendera yang terpasang di sepanjang jalan Universitas Jambi.
Yoga Aditya selaku Presiden PMB menyatakan bahwa hal ini sangat memalukan bagi proses demokrasi yang ada di Universitas.
"Kita dari pengurus dan seluruh kader PMB tentu mengutuk keras kejadian ini, Mahasiswa seharusnya mampu menjaga idealismenya dalam berpolitik namun yang terjadi sekarang adalah kebalikannya. Selain itu, hal ini menandakan bahwa PMB merupakan partai besar yang ditakuti oleh lawan-lawan politiknya" kata Yoga.
Mahasiswa Fakultas Peternakan Unja ini juga menghimbau kepada seluruh kader dan simpatisan PMB agar tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan kejadian ini. Rangkaian persiapan Pemira Universitas Jambi memang sudah dimulai dengan Pembentukan Panitia Seleksi (KPU) pada hari jumat kemarin*. (TN)


