masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Hasil Bangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3 - TGAI) sebagai pemegang kontrak kerja Kelompok Tani (KT) - Tania Putri lokasi Kampung Gelong Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang tidak berfungsi, Anggaran Negara terbuang percuma.
Berdasarkan Pengamatan wartawan Tribuananews com dilokasi bangunan terdapat beberapa indikasi meliputi titik lokasi terkesan tidak merakyat serta kondisinya tidak berfungsi sama sekali, dimana areal sawah kering kerontang.
Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin saat dimintai pandangan oleh awak media terkait dugaan penyalah gunaan anggaran Negara dapat berakibat kerugian Negara menilai "Program Swa Kelola ini seperti program tanpa perencanaan yang matang, ada dugaan program ini sengaja hanya untuk memperoleh keuntungan saja". Kata Nasruddin.
"Saya juga tahu orang - orang terlibat dalam program ini dan bagai mana indikasi permainannya. Saya menduga semua ini sudah diatur sedemikian rupa dan ada dugaan keterlibatan pihak oknum instansi Pemerintah juga". Jelasnya.
Lanjutnya lagi "Mekanisme yang mereka atur bukan hanya di Kampung Gelong saja, semua Kecamatan penerima di Aceh Tamiang, ada 5 Kecamatan, tiap Kecamatan ditunjuk 5 Kampung, pemilihan Kelompok pelaksana juga dugaan kami telah diatur kian. Bahkan ada kelompok diduga hanya formalitas saja, yang melaksanakan pihak oknum - oknum penggiring anggota penjemput anggaran". Papar Nasruddin.
"Kami siap bongkar dugaan penyalah gunaan uang Negara sia - sia ini, serta siap melaporkan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP - RI) perwakilan Aceh untuk dilakukan audit Investigasi". Tegasnya.
Bik Inem salah seorang anggota kelompok Tania Putri mengatakan kalau mereka tidak punya lahan dilokasi bangunan saluran air tersebut, termasuk Maniah selaku bendahara Kelompok.
Ketua Kelompok P3 - TGAI Kampung Gelong Eva Ramayanti alias Dedek saat dimintai keterangannya menjelaskan "Ada juga anggota kelompok yang punya lahan di tanah IDT tersebut. Dulu ada anggota kelompok kami bertani disitu, lahan itu berganti - ganti orangnya". Jawab Eva alias Dedek.
Terkait kebapa bangunan tidak berfungsi Eva tidak memberi jawaban alias bungkam. (MN)


