masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bekasi - Tingginya curah hujan pekan ini membuat belasan Kecamatan di Kabupaten Bekasi terendam banjir dan sekitar 150 Kepala Keluarga mengungsi akibat Jebolnya Tanggul Sungai Bungin pada Rabu(26/02/2020).
Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Polisi Hendra Gunawan mengungkapkan bahwa tanggul Sungai Bungin jebol sekitar pukul 02.00 WIB. Dimana sebagian besar warga sekitar tengah tertidur lelap.
Hendra menuturkan , pihaknya bersama Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tengah melakukan upaya perbaikan sementara tanggul Sungai Bungin. Hendra menyebutkan kementrian PUPR dan BBWS telah mengirim Geobag untuk menambal tanggul yang jebol. "Geobag itu seperti karung yang berisi pasir tuturnya.
Pemerintah Jawa Barat meminta bantuan ke Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membenahi banjir di pantai utara Jawa Barat. Di antaranya di Bekasi, Subang, Karawang, dan Indramayu.
Keempat daerah itu adalah daerah daerah yang dikepung banjir pada pekan ini.
Setiawan Wangsatmaja Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan terkait penyelesaian permasalahan banjir yang terjadi di Jawa Barat harus dirumuskan bersama dengan pihak-pihak terkait. “Ketika kita bicara Pantura, Citarum, dan Ciliwung. Mau tidak mau duduk sama-sama dengan teman-teman di PUPR. Kita membagi tugas, siapa berbuat apa? Sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” ujar Setiawan ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Jumat (28/2/2020).
Terkait dengan banjir di Karawang, Subang, Indramayu dan Bekasi, Setiawan mengungkapkan pihaknya akan mengumpulkan kembali beberapa pihak, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).“Di Jabar itu ada satuan wilayah sungai besar. Dari 6 sungai besar, 4 dikerjakan BBWS di bawah kementerian PUPR,” ujar Setiawan.
Setiawan menambahkan penanganan banjir itu ada tiga cara meresponnya, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
“Pertama jangka pendek, bagaimana banjir cepat surut, misalnya dengan cara memompa seperti itu , yang terkena dampak bagaimana penanganan bantuan dan lain sebagainya. Jangka menengahnya kita membuat struktur-struktur bangunan air, sumur-sumur resapan,” ujar Setiawan.
Terakhir jangka panjang, Setiawan mengatakan harus membenahi dari hulu sampai hilir mulai dari konservasi, bangunan, sampai dengan penampungan lainnya. “Sampai dipastikan bahwa pengelolaan sumber daya air itu akan lebih baik,” ujar Setiawan.
(Fah)


