masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Usai Sidang Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Binjai yang berlangsung pada Selasa (14/1/2020) terkait proyek Pembangunan Gedung DPRD Binjai, Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Binjai Elvi Ginting enggan dikonfirmasi awak media.
Hal ini terlihat saat Kadis PUPR Binjai saat itu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengairan keluar dari ruang rapat, dengan langkah terburu-buru langsung menuju mobilnya.
Saat awak media ini mengkonfirmasi hasil RDP dengan Dewan, Kadis Elvi langsung mengarahkan ke DPRD
"Saya lagi sibuk mau kelapangan, silakan tanya ke DPRD aja," disoal wartawan pengerjaan proyek tak sesuai bestek, Kadis menjawab "semuanya sudah sesuai bestek, sudah ya..sudah ya," katanya kepada awak media dan langsung masuk ke mobilnya.
Sayangnya sesampai dilapangan lokasi pembangunan proyek Gedung DPRD Binjai Jalan Veteran Kelurahan Tangsi Kecamatan Binjai, peninjauan yang dilakukan bersama DPRD Binjai, Kadis PU tidak kelihatan, yang ada hanya stafnya Royto Martadinata Sihombing yang merupakan Pejabat Pelaksana Tehknis Kegiatan (PPTK) Proyek tersebut.
Royto Mardinata Sihombing ketika dikonfirmasi awak media mengatakan pembangunan proyek ini sudah tercapai 100% dengan anggaran hampir mencapai 20 M, dan pembangunannya akan dilanjutkan setelah dengan anggaran yang 15 M itu.
Keterangan dari Royto berbeda dengan hasil konfirmasi dengan Kadis PUPR Elvi Ginting, Kabid Ridho dan PPK Padli tanggal 15 Juli 2019 lalu, yang menyatakan bahwa pembangunan itu akan berakhir dan selesai di akhir Okteber 2019.
Saat ditanya apakah selesai di bulan Okteber, kalaupun tidak selesai maka sesuai aturan akan diberikan adendum dikarenakan adanya Reviuw Desain selama 60 hari sampai akhir Desember 2019.
Jika juga tidak selesai maka kita akan kenakan finalti sebesar sesuai dengan nilai proyek dan tidak ada penambahan dana dengan adanya Reviuw Desain tersebut.
Dengan adanya perbedaan keterangan terkait pengerjaan proyek yang telah menghabiskan anggaran Milyaran ini menjadi tanda tanya, ada apa sebenarnya dibalik pengerjaan proyek yang bersumner dari uang rakyat tersebut.* (Yanto/ Raiyan)



