masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Lampung - Pengamatan beberapa awak Media dari tanggal 23 Desember sampai dengan 2 Januari 2020, musim libur Nataru 2019/2020 di ASDP Bakauhuni terdapat beberapa temuan fakta dilapangan , yang perlu dievaluasi dan segera di tindak lanjuti oleh General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry beserta jajarannya untuk kenyamanan dan keamanan arus balik musim libur Nataru tahun 2019/2020.
Seperti Diketahui Dari terminal Eksekuti ASDP Bakauhuni ke terminal reguler para penumpang di antar menggunakan jasa shuttle Bus yang merupakan kendaraan bekas Trans Lampung yang memiliki pintu depan untuk penumpang keluar masuk masuk dan pintu tengah dengan ketinggian lebih dari 1 meter untuk barang, pintu tengah itu banyak digunakan untuk naik turunnya penumpang dikarenakan penumpukan penumpang yang naik turun shuttle bus lewat pintu depan yang kecil sehingga penumpang tidak sabar dan lompat lewat pintu tengah yang membahayakan penumpang itu sendiri, dan ada calo yang nekat masuk ke dalam shutel bus untuk menawarkan jasa angkutan.
Info dari sumber yang dapat di percaya sudah memakan korban penumpang 2 orang yang patah kakinya karena terjatuh dari Bus, menurut sumber yang TRIBUANANEWS.COM temui, sudah menyampaikan masuukan kepada ASDP untuk menyediakan tangga turun atau halte khusus naik turunnya penumpang shutel bus.
Jumlah shuttle bus yang disiapkan ASDP pun terbatas sehingga banyak penumpang yang terpaksa menunggu terlalu lama di terminal eksekutif dan reguler dan terkadang hanya 1 bus yang beroperasi.
Banyak keluhan dari pengguna jasa mengenai banyaknya calo bus yang keliaran terlihat mulai dari pintu keluar terminal reguler yang menawarkan jasanya sampai melewati batas yang di tentukan pihak keamanan dan menganggu kenyamanan para penumpang sehingga terkesan tidak tertib dan semrawut, para calo bus pun tidak segan mencegat bus masuk lompat ke shuttle bus dan menawarkan jasanya bahkan tengah malam pada saat bus berhenti untuk melewati gerbang pembatas antara terminal eksekutif dan reguler, bahkan lagi pada saat shutle bus berhenti di depan pintu lobby terminal reguler para calo bus menarik narik penumpang lewat pintu tengah yang tinggi sehingga membahayakan keselamatan pengguna bus shuttle.
Ibu Ani penumpang kapal eksekutif yang membawa kendaraan sendiri menyampaikan kekecewaan pada saat beli tiket online ternyata tidak ada nama kapal dan jam keberangkatannya, " saya beli tiket online hari minggu, masukkin nomor polisi kendaraan, data penumpang lengkap ktp nama, pas di pelahuhan eksekutif saya kan beli 2 tiket bareng dengan kakak saya, pas masuk antrian mobil kepisah jadi saya dapet kapal jam 10, kakak saya yang jam 12 padahal pas klik beli tiket sudah pilih kan kapalnya tapi ketika kita klik pesan booking itu nama kapal dan jamnya ga keluar, antrian mobilnya masih terlalu lama itu kaka saya dari jam 7 sampai jam 12 malem".
Ketua YLKI Tulus Abadi memberikan tanggapannya melalui pesan singkat bahwa managemen ASDP bakauhuni harus segera memperbaiki pelayanannya, demi kenyamanan dan keamanan konsumen serta Dirjen perhubungan darat juga harus memonitor hal ini, terutama terkait percaloan bus.
Pihak ASDP bakauhuni saat di konfirmasi melalui Albertus Staff humas menyatakan trimakasih atas informasinya, dan memang saat ini pihak ASDP telah merencanakan apa yang menjadi masukan dari masyarakat, sehingga selanjutnya akan di bahas pagu anggarannya pada rapat bersama petinggi ASDP Bakauheni dan akan disampaikan ke Pihak ASDP Pusat.* ( lukman )


