masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM l Bandung - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung berhasil mengumpulkan dana Rp 1,2 miliar pada bulan dana PMI yang berlangsung selama dari 19 September hingga 16 Januari 2020.
"Kami berharap dengan terciptanya target tersebut, semoga dapat menunjang program kerja PMI Kota Bandung dalam memberikan pelayanan akibat korban bencana, pembinaan generasi muda serta program-program lainnya di bidang kemanusiaan," kata Wakil Walikota Bandung yang juga sebagai Ketua Pelaksana Bulan Dana PMI, Yana Mulyana pada serah terima hasil bulan dana Tahun 2019 di Aula Lt 3 PMI Kota Bandung, Jalan Aceh No. 79 Kota Bandung, Kamis (30/1/2020).
Dengan berakhirnya bulan dana PMI Kota Bandung Tahun 2019 tersebut, Ia sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya lewat Bulan Dana PMI.
"Dengan jumlah yang berhasil dihimpun tersebut semoga dapat menunjang program kerja PMI Kota Bandung terutama dalam memberikan pelayanan kepada korban bencana, pembinaan generasi muda, serta program lainnya di bidang kemanusiaan," ujar Yana Mulyana.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto dalam sambutannya mengatakan, penggalangan dana melalui bulan dana PMI dimaksudkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial. “Dana yang terkumpul akan kami kembalikan lagi untuk masyarakat melalui berbagai kegiatan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, berupa
bakti sosial, pembinaan generasi muda melalui wadah PMR (Palang Merah Remaja), pembinaan kader sukarelawan, pembinaan tenaga pelatih dan guru pembina PMR, pelayanan ambulan, pelayanan unit donor darah, operasional, dan program-program kemanusian lainnya.
Pada kesempatan yang sama Walikota Bandung, Oded M Danial mengatakan, bulan dana PMI bukan hanya sebatas persoalan menyisihkan sebagian harta saja. Namun lebih jauh Ia menyatakan sebagai sebuah perwujudan budaya gotong royong yang tidak memandang perbedaan bangsa, suku bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik.
Pihaknya, tentu memberikan dukungan sepenuhnya kepada kegiatan PMI yang bertugas membawa misi kemanusiaan. karena, dorongan materiil melalui bulan dana ini sangat pentig guna menunjang kinerja PMI lebih optimal.
“Tentunya ini menunjukkan sebuah kegotongroyongan, karena memang tugas PMI sangat berat. Sehingga membutuhkan partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat, terutama dari para ASN di Kota Bandung,”
“Bagaimana pun juga tradisi seperti itu harus tetap dikembangkan, dipelihara, bahkan perlu ditingkatkan kualitasnya. Karena menjadi bagian dari identitas bangsa kita, sehingga menjadi fondasi tercapainya visi Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis,” bebernya.
Selain itu, Oded pun mengatakan PMI merupakan mitra Pemerintah Kota Bandung yang sangat penting untuk membantu masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“tentu saja upaya tersebut hanya sebagian kecil dari hakekat peran PMI, karena masih banyak ruang yang belum tersentuh seperti upaya-upaya antisipasi terhadap situasi darurat atau meningkatkan budaya kedermawanan,” tambahnya.
Oded berharap, PMI tidak hanya sebatas memberikan pertolongan saja. Namun juga bisa turut serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan pola hidup sehat kepada warga masyarakat Kota Bandung.
“Untuk itu saya berharap, bulan dana PMI tahun ini disertai kampanye menumbuhkan kesadaran warga untuk bisa membiasakan hidup sehat, teratur, dan berolah raga, sekaligus membangun kesadaran antisipasi terhadap situasi siaga darurat,” pungkasnya. Nassamsu


