masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Jakarta - SKK Migas memastikan seluruh proyek hulu migas dalam merealisasikan Visi bersama mencapai 1 juta BOPD di tahun 2030.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pembahasan Work, Program & Budget (BP&B) KKKS di bulan November 2019 dan launching Integrated Operation Center (IOC) diakhir tahun 2019, sudah dilaksanakan.
Awal Tahun 2020 SKK Migas secara resmi membuka layanan One Door Service Policy (ODSP), sehingga layanan proses perizinan KKKS dilaksanakan dalam satu pintu dan proses yang lebih cepat.
“Hingga saat ini tidak ada satu kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang hanya memerlukan 1 (satu) izin atau melibatkan 1 (satu) instansi. Setiap kegiatan akan membutuhkan beberapa perizinan dari berbagai instansi. Dengan dukungan aktif SKK Migas, maka kita yakin tidak ada lagi kendala perizinan di hulu migas serta perizinan dapat diselesaikan lebih cepat”, kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, pada Rabu ( 15/1/2020 ).
SKK Migas telah melakukan perubahan mindset, bahwa institusi ini bukanlah “Mandor” yang pasif dan menunggu laporan penyelesaian perizinan dari KKKS. Tetapi SKK Migas sekarang memerankan diri menjadi aktif.*(lukman)



