masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Medan - Si " Neneng " Nama yang di sematkan untuk seekor gajah betina yang selama ini mendiami Medan Zoo di kabar mati pada hari Sabtu, ( 25/1/2020 ) sekira pukul 10.30 wib di usia 55 tahun.
Mendengar kabar kematian " Neneng ", Plt Walikota Medan Ir. H Akhyar Nasution langsung bergegas menuju Medan Zoo yang terletak di kawasan selatan Kota Medan, yakni daerah Simalingkar B Kec. Medan Tuntungan.
Saat tiba di pintu masuk Medan Zoo, Akhyar langsung masuk kedalam dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km, serta harus menuruni lembah sedalam 5 meter lebih untuk dapat ketempat si " Neneng " terkapar.
Sesampainya di bawah lembah, Akhyar mendapati si " Neneng " seekor gajah betina yang berbobot 3 ton itu dalam kondisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa lagi, yang saat itu sedang di kelilingi sejumlah dokter hewan dan juga staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSD).
Pada saat itu juga, di hadapan para dokter hewan dan staf BKSD Akhyar mengucapkan bahwa dirinya dan Pemerintah Kota Medan turut berduka cita atas kematian si " Neneng " seekor gajah betina yang selama ini sudah mendiami Medan Zoo selama 20 tahun lebih.
Saat di dampingi drh. Sucitrawan dan Dirut PD Pasar Putrama Al-Khairi, Plt Walikota Medan sempat memberikan pernyataan terhadap awak media, bahwa sejak hari selasa ( 20/1/20 ), Neneng secara intensif terus di pantau dan di rawat oleh tim dokter dan tim BKSD, namun pada akhirnya Neneng tidak mampu bertahan dan mati.
" Tim dokter hewan sudah melakukan tindakan medis serta merawat Neneng sebagai observasi awal, dan beberapa hari ini juga sudah menghabiskan 57 botol infus, namun apa boleh di kata ternyata Neneng tidak mampu bertahan lagi hingga dia mati. " Ucap Akhyar
Menurut drh. Sucitrawan yang saat itu menangani si " Neneng " Mengatakan, bahwa dugaan sementara mati nya gajah betina tersebut di sebabkan usianya yang sudah tua yaitu 55 tahun, namun begitu untuk memastikan kematiannya, sucitrawan bersama BKSD tetap akan melakukan outopsi terhadap Neneng, yang nantinya menurut Sucitrawan akan membawa hasil outopsi ke laboratorium untuk di cek.
Saat di wawancara oleh awak media, Sucitrawan menjelaskan, " Saya mulai melihat dan memantau perkembangannya sudah sejak tahun 2008, sejak itulah saya tak pernah melihat Neneng sakit parah, hanya diare biasa saja. hari ini dia sudah mati dan tim kami sedang mencari tahu penyebab kematiannya. " Ungkap Sucitrawan* ( Hendra)


