• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rencana Mendikbud Berikan Tunjangan Khusus Guru Korban Banjir, Disambut Baik Guru di Kota Bekasi

    admin
    06/01/20, 11:39 WIB Last Updated 2020-01-06T04:39:35Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
     
    TRIBUANANEWS.COM I Bekasi - Musibah Banjir kiriman dan lokal yang terjadi di Kota Bekasi sejak awal Tahun Baru 2020 saat ini masih menyisakan genangan air dimana - mana. Perumahan Pondok Benda Bekasi dan pemukiman lainnya masih menyisakan genangan air saat ini, ada pula yang sedang bersih - bersih sisa lumpur dlingkungannya. Perumahan Pondok Benda Kota Bekasi saat ini sedang disedot airnya untuk diarahkan kepembuangan saluran kali terusan  Cikeas - Bekasi. Tidak surutnya air oleh karena debit hujan yang terus menerus turun.

    Perkantoran Pemerintah dan Swasta bahkan Pemukiman Penduduk di Kota ini masih berbenah membersihkan sisa sampah dan lumpur akibat banjir kiriman maupun asupan air hujan lokal.
    Ditemui di sekolahnya yang juga kebanjiran sebatas lutut orang dewasa' Kepala SMP Negeri 14 Kecamatan Bekasi Barat Ibu Hajjah Tetik Atikah, S.Pd. mengatakan' Saya sudah 25 tahun tinggal di Peumahan Agraria Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi tidak pernah mengalami banjir yang seperti saat ini.
    Saat banjir datang tiba-tiba dan tidak memahami ini banjir lokal atau banjir kiriman, Tetik segera mengamankan berkas penting sampai terlupakan TV, Kulkas dan Motor, setelah mengamankan berkas beliau sekeluarga segera menaiki mobilnya untuk keluar mencari tempat yang lebih tinggi dan benarlah di depan Grand Mall Bekasi sudah banyak para penduduk yang keluar mencari tempat yang lebih aman, beliau mengungsi selama 3 hari.

    Di SMP 14 Kota Bekasi Hajjah Tetik mengadakan Briefing Senin Pagi 6 Januari 2020 jam 07.25' beliau menginfokan bahwa Kepala Dinas Dikbud kemarinan sudah meninjau lokasi kita dan menyampaikan Simpatinya atas musibah banjir yang dialami oleh Keluarga Besar SMPN 14 Kota Bekasi, danjuga Ibu Kepala Sekolah memberikan dukungan moriel kepada seluruh staf Pengajar, Pegawai Tata Usaha yang terkena musibah banjir dan memberikan arahan kepada stafnya untuk mencatat berkas - berkas penting apa saja yang terendam dan jika memang sudah tidak bisa diselamatkan untuk dicatat dan dilaporkan kepadanya sehingga akan dibuatkan laporan kerusakan ke Instansi Dikbud Kota Bekasi.

    Dan dia menghimbau kepada para walikelas untuk mendata siswanya yang terkena dampak banjir' serta mencatat berkas sekolah apa saja yang terdampak banjir, misalnya Rapot, Buku, Seragam dan lain sebagainya yang juga akan dilaporkan ke Dinas Dikbud Kota Bekasi.

    Berkas dan buku - buku terendam yang tidak dapat diselamatkan di SMPN 14 +/- 5 Gerobak ujar Bapak Suma/Pegawai TU SMPN 14.

    Dalam giat briefing saat diadakan tanya jawab ada guru menyampaikan pertanyaan' apakah benar Bapak Menteri kita akan memberikan bantuan/tunjangan kepada tenaga kependidikan yang terkena banjir' dengan senyum simpatik Hajjah Tetik menjawab' Menurut berita itu benar', bahwa tenaga kependidikan yang terkena dampak banjir akan mendapatkan tunjangan seperti musibah tsunami di Aceh dan musibah di Sulawesi tengah yang baru lalu, olehnya Bapak dan Ibu sekalian untuk mencatat segela sesuatu kerusakan yang terjadi dikediamannya terutama berkas - berkas kedinasan, alat elektronik dan lainnya. Nanti akan saya sampaikan laporannya ke Dinas Dikbud Kota pungkasnya.

    Haji Kamiludin, M.M.Pdi. Guru SMP 14 berkediaman di Perumnas 1 Kayuringin Jaya Bekasi Selatan mengatakan' memang sering terkena banjir saat hujan besar karena beberapa ratus meter dari kediamannya ada kali tanggul belakang Pasar Kranji' tapi banjir kali ini benar - benar Masya Allah ini karunia yang tidak terduga, kita diberi kejutan karena tingginya mencapai lebih dari selutut orang dewasa, alat elektronik banyak yang terendam bahkan beberapa kasur sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

    Sedangkan Hajjah Mumun Munawaroh, M.M.Pd. juga Guru SMPN 14 Mengalami kebanjiran didalam rumahnya akan tetapi hanya sebatas mata kaki.

    Ambaryana Staf TU SMPN 14 kediaman Perumahan Bintara Loka Bekasi Barat Mengatakan' Saya kena banjir air masuk kerumah kira - kira 15 cm, tapi tetangga kami banyak yang terkena banjir lebih tinggi banyak pakaian dan alat elektroniknya terendam, kalau jalan sih kira - kira sebatas lutut dan tak lama kemudian air surut.

    Magdalena Simarmata, S.Pd. Guru SMPN 14 Kediaman Tambun Utara, Perumahan Griya Utama Kabupaten Bekasi mengalami Musibah Banjir sebatas dada orang dewasa,  Ibu Magda berhasil menyelamatkan berkas - berkas kedinasannya, hanya Ijasah anaknya ada yang terendam oleh banjir, alat elektonik Laptop, Kulkas, Pakaian terendam banjir dan televisi tidak dapat diselamatkan.

    M.Taufik, S.Pd. Guru SMPN 14 berkediaman di Tambun Utara Perumahan Karang Satria, Kabupaten Bekasi juga mengalami kebanjiran sebatas dada untuk berkas - berkas kedinasan aman, hanya kasur, pakaian serta beberapa alat elektronik rusak terendam banjir.

    M.Taufik berharap kepada Pemkot Bekasi untuk lebih tanggap terhadap upaya pencegahan banjir agar tidak terjadi seperti dampak yang kita terima saat ini harapnya dan kehadapan Mendikbud semoga benar - benar merealisasikan pernyataannya tentang bantuan yang sudah beliau janjikan, pungkasnya. *(Gandung Basodara) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan