masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM l Mandailing Natal - Pulau Tamang termasuk salah satu desa tertua yang ada di Kecamatan Batahan dan termasuk juga wilayah paling ujung di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.
Desa Pulau Tamang ini pernah terkenal nama nya di era tahun tujuh puluan sampai ke era delapan puluan karena termasuk salah satu penghasil Cengkeh, namun setelah tanaman cengkeh ini tidak membuah kan hasil sekarang Pulau Tamang ini sudah tak terabai kan lagi.
Hal ini disampai Sakti Manraguna Lubis seorang Tokoh Muda yang aktif sampai sekarang di Gerakan Pramuka dan Karang Taruna, kepada awak media pada 05 Januari 2020 sepulang nya beliau melakukan kunjungan ke pulau Tamang pada 01 Januari 2020 lalu.
Dalam lawatan nya ke Pulau Tamang sempat melaku kan bincang - bincang dengan Mirsyad Husen saat ini menjabat sebagai Sekdes desa Pulau Tamang, dimana dalam bincang - bincang tersebut sekdes menyampai kan beberapa hal.
"Ketika kata 'Desa' disebut maka yang akan terbayang adalah sebuah tempat yang alami, nyaman dan tenang, tempat yang banyak dirindukan para pekerja dikota yang padat aktifitas, ironi dengan itu, desa identik juga sebagai suatu wilayah yang minim fasilitas infrastruktur.
Selain deskripsi indah, juga melekat citra kurang baik pada desa sebagai sumber permasalahan sosial seperti kemapanan, pendidikan dan pengangguran.
Kebutuhan infrastruktur transportasi yang mendasar seperti jalan dan jembatan yang memadai untuk jalur menuju suatu desa kerap kurang diperhatikan.
Hal tersebut menjadi penghambat utama kemajuan sebuah desa baik di bidang ekonomi maupun sosial.
Seharusnya pembangunan desa menjadi prioritas pembangunan nasional sesuai amanat UU No 6 tahun 2014 bahwa desa perlu dilindungi dan di berdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, Makmur dan sejahtera.
Salah satu desa di Indonesia yaitu desa pulau Tamang, desa yang mengikat masyarakat yang berinteraksi sosial diatas naungan didalam sebuah pulau yang indah, apalagi jika desa pulau Tamang di kelola dengan baik, menjadikannya agro wisata yang mempunyai aturan aturan agama, budaya dan istiadat dalam masyarakat tentu membuat desa pulau tamang mempunyai income yang besar.
Dengan sebagian para remaja dan pemuda di desa pulau Tamang yang telah dapat mengenyam bangku di perkuliahan, serta ada juga yang mendapat gelar S1, dan beberapa orang S2, supaya juga dapat di berdayakan, di tangan - tangan mereka desa pulau Tamang lebih mungkin menjadikan nya sebagai desa yang sejahtera, damai dan Makmur, tentulah itu harus melibatkan semua golongan dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah dengan bersinergi bersama.
Desa Pulau Tamang merupakan salah satu pulau yang berhadapan langsung dengan seberang pulau yang sekarang di jadikan Pelabuhan Nasional dan dinamakan Pelabuhan Palimbungan, desa Pulau Tamang memiliki satu Kecamatan, yaitu Kecamatan Batahan yang berada juga sedikit lebih jauh di depan desa Pulau Tamang.
Desa Pulau Tamang juga di kenal sebagai pemasok SDA yang mempunyai potensi cukup besar di desa tersebut, pada tahun tujuh puluhan salah satu sumber daya alam yang dikenal pada desa Pulau Tamang tersebut adalah suatu daerah penghasil cengkeh.
Wilayah desa Pulau Tamang pada peta Belanda dulu luas nya sampai kepada tanah seberang Palimbungan, Palimbungan yang dulu masih berupa hutan dan rimba, dan memang masyarakat desa pulau tamang dulunya banyak yang membuka lahan perkebunan dan sawah yang di buktikan dengan surat tanah sebagian masyarakat desa Pulau Tamang.
Tapi sekarang batas wilayah desa pulau tamang menjadi Simpang siur, karena Peta Belanda di pemerintahan tidak ditemui lagi.
Jika di lihat dari berbagai aspek pembangunan yang dilihat pada saat ini desa Pulau Tamang masih banyak yang belum terfasilitasi, mulai dari jalan yang kurang layak untuk transportasi keluar masuk desa untuk memenuhi kebutuhan, jaringan . *( Sudirmin )


