• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Potensi Alam Rekreasi "Aek Arus" Garapan Komunitas Kapitan Hijau

    admin
    29/01/20, 13:54 WIB Last Updated 2020-01-29T06:57:16Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Belinyu - Wisata "Aek Arus" yang baru-baru ini tenar hingga di medsos,  merupakan tempat rekreasi yang sekarang menjadi ikon masyarakat Kecamatan Belinyu, disamping memiliki air yang jernih dari aliran sungai Nek Naro, terdapat pula beberpa hiasan indah.

    Bertempat di pantai lepar dengan luas hamparan 39 hektar, serta berstatus sebagai Hutan Kawasan, serta seizin Kementrian KLHK,  sebagai pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Kelurahan Mantung Kecamatan Belinyu tersebut digarap oleh kelompok tani Kapitan Hijau, yang dipimpin oleh Juan Apriansyah atau pemuda setempat yang kerap disapa Juwenk.

    Dijumpai di pantai lepar tepatnya di warung kopi De Nurries, kamis (16/01/20) lalu, Juan yang menyambut baik kedatangan wartawan, dirinya mengatakan bahwa tempat tersebut ia garap bersama rekan-rekannya sebagai wujud melestarikan keindahan wisata alam yang ada di utara pulau Bangka. Apalagi lokasi tersebut merupakan lokasi HKM

    " Ini (aek arus) saya dan komunitas kami Kapitan Hijau yang bangun, apalagi ini kawasan HKM, jadi semua untuk masyarakat lah bro,  biar bisa menikmati indahnya suasana disini,  bukan cuma pantainya saja, " jelas Juwenk. 

    Dilanjutkannya,  ia dan rekan-rekannya menaruh harapan penuh kepada Pemerintah terutama Kabupaten maupun Provinsi, agar dapat memperhatikan dan mendukung baik secara materil ataupun yang sedemikian, tentang perjuangan ia dan rekan-rekannya.

    " Yaa Harapan Nya, terutama kepada Pemkab maupun Pemprov agar dapat membantu kami baik itu secara meteri maupun material agar apa yang telah kami rancangkan kedepan bisa terealisasi," harapnya. 

    Dirinya juga mengakui antusias masyarakat terutama masyarakat Belinyu sangat tinggi,  padahal tempat wisata aek arus tersebut baru genap sebulan ia bangun, terutama di waktu sore hari. 

    " Wah,  Allhamdulillah rame broo,  baru saja sekitar sebulan kami bangun ini,  banyak pengunjung kesini, mandi berenang,  apalagi sore-sore,  ramai lah," ungkapnya. 

    Meski begitu dirinya juga mengakui bahwa pengunjung yang datang dikenakan tarif seikhlasnya, dan hasil tarif yang dikumpulkan dipergunakan sebagai akomodasi perawatan tempat yang luasnya mencapai 39 hektar. 

    " Yaa kita kenakan tarif kepada setiap pengunjung yang datang kesini, dengan uang tarif itu lah kami merawat dari pantai sampai ke sini (aek arus), biarpun terkadang minus, tapi kami tetap terus berusaha, demi kelestarian alam ini," ucapnya sembari menyeruput Kopi. 

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potensi alam yang ada di Kecamatan Belinyu masih tetap terjaga,  meskipun sebagiannya banyak yang hancur oleh tangan-tangan pencari timah, hal ini diharapkan menjadi acuan bagi Pemerintah agar dapat memperhatikan wisata di Kecamatan Belinyu, apalagi sekarang sedang gencar-gencarnya pembentukan Kabupaten Bangka Utara yang katanya diperjuangkan oleh tim Forkoda. 
    (Randhu)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan