masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM| Aceh Timur - Pelaksana Paket Pengadaan Alat Media Publikasi informasi dan sosialisasi tahun anggaran 2019 yang lalu untuk kebutuhan siswa SMA Negri 1 Indra Makmu Kab Aceh timur , dengan anggaran Senilai Rp. 204.575,700. diduga adanya praktik Korupsi
Pantauan wartawan media TribuanaNews.com Jum'at (17/01/20), di dalam pelaksanaan kegiatan Pengadaan barang dan jasa anggaran pemerintah merupakan sektor terbesar yang menjadi "lahan basah" mengarah tindak pidana korupsi.
Direktur Eksekutif Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Nasruddin mengatakan Kepada media ini, Kamis 16/1/2020."Proses pelaksana paket pengadaan barang berupa alat praktik Media Publikasi informasi dan sosialisasi untuk Sekolah SMA Negeri 1 Indra Makmu diduga tidak transparan dan ditutupi". Ujar Nasruddin.
"Hal itu dapat dilihat,dari Jumlah barang yang sudah diterima oleh pihak sekolah SMA Negeri 1 Indra Makmu, sebanyak empat unit alat media berupa Komputer dan satu unit alat perangkat in fokus. sementara kegiatan dalam bentuk sosialisasi tidak dilakukan, sungguh besar kerugian negara dalam paket pengadaan barang dan jasa tersebut."Ucapnya.
Menurutnya didalam setiap paket Pelaksana Pengadaan barang dan jasa pemerintah, sudah pasti menyangkut kewenangan berjenjang mulai dari pengguna anggaran, kuasa pengguna anggran (KPA), pejabat pembuat tehnis komitmen (PPTK), sampai dengan unit layanan pengadaan (UPL) merupakan rangkain yang bisa diminta pertanggungjawaban jika ditemukan suatu pengadaan barang dan jasa yang dapat merugikan negara, diakhir Ungkapan, Nasruddin.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Indra Makmu yang lama dan baru saja menjadi mantan Kepsek Mahdi, S.pd, saat ditemui TribuanaNews di Kantor Cabang Dinas , mengatakan "Saya tidak banyak mengetahui tentang pengadaan barang baik itu anggaran atau kegiatan lainnya pada tahun 2019 yang lalu untuk SMAN 1 Indra Makmu". Ujarnya
Tambahnya, yang ada sekira sepekan yang lalu dirinya di suruh datang ke kantor cabang untuk mengambil paket pengadaan berupa empat unit perangkat komputer, dan satu alat fokus, namun ketika disinggung awak media mengenai merek komputer yang di serahkan kepada SMAN 1 Indra Makmu, Mahdi enggan untuk berkomentar dan langsung buru - buru pamit. (SF)


