masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Lampung-
Kasui Kabupaten Way Kanan,
Saat hari selasa 14/01/2020 waktu lalu beberapa awak media dan lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara, Provinsi Lampung, sambangi Rumah kediaman kepala kampung Tanjung Bulan, kecamatan, kasui, kabupaten way kanan.
Dalam kunjungan silaturahmi di kediaman "Hamka, Alhamdulilah di sambut dengan hangat, kebetulan saat kedatangan kami keluarga "Hamka masih dalam keadaan tertimpa musibah, Adapaun yang di sampaikan "Hamka, telah terjadi penganiayaan kekerasan terhadap putra nya, yang di lakukan oleh oknum guru "Bima, di Yayasan Pendidikan Al-Fajar, SMK AL Fajar, jalan : Bukit Suling No 2 kasui, kabupaten way kanan Senin 13/01/2020
Selanjutnya menjelaskan kronologis, Pada hari senin 13/02/2020 sekitar pukul 12.00 wib, sewaktu "Jul Hendriawan sedang duduk duduk bersama temanya, hendak mengambil wudhu karna akan sholat Zuhur, saat itu di tegur oleh "Bima 39 sebagai guru agar mengambil wudhu sambil akan melempar sepatunya kepada jul Hendriawan 15, jawab "Jul hendriawan "saya sudah mengambil whudu pak, namun sepertinya oknum Guru tidak mendengar jawaban Jul hendriawan tadi, kemudian JH 15 pergi meninggalkan gurunya menuju Gazebo (tempat shalat SMK Al fajar) hal itu di Angap melawan, lalu "Bima sebaagi Guru, mengunakan Tangannya memukul pundak "Jul hendriawan,
selanjutnya Jul hendriawan kembali ke Gazebo (tempat sholat) untuk melaksanakan shalat, usai sholat, lalu kembali dalam kelas untuk mengikuti belajar, setelah usai jam belajar
Jul hendriawan bergegas pulang kerumah kediamannya di kampung Tanjung Bulan.
Sesampainya di rumah adanya kejadian pemukulan tadi oleh oknum Goru BM 39 di ceritakan pada keluarganya.
teutama pada orang tuanya HK 62.
Terkait atas laporan Jul hendriawan, ke keluarganya, maka pihak keluarga mendatangi kesekolahan SMK AL FAJAR, yang di wakilkan "Fery sebagi paman Jul Hendriawan, dalam hal mempertanyakan serta klarifikasi atas terjadinya pemukulan yg di lakukan oleh oknum guru "Bima kepada anak didik nya Jul Hendriawan, setelah di tanyakan dengan oknum Guru BM 39 dia mengakui kejadian itu. (junaidi/Elman/Tim)


