masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bangka Belitung - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sambut Ketua DPD Republik Indonesia bersama 5 (lima) Anggota DPD RI terdiri dari 4 (empat) orang Senator asal Bangka Belitung dan 1 (satu) orang senator asal Lampung di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (08/01).
Rapat ini merupakan pertemuan Kunjungan Kerja Ketua DPD RI ke Babel dengan agenda Rapat Kerja Bersama Gubernur dan Forkompimda Kepulauan Bangka Belitung. Dalam rapat ini, Gubernur Babel yang diwakili oleh Wakil Gubernur Babel memaparkan Profil Bangka Belitung terkait beberapa Sektor unggulan di Bangka Belitung seperti Sektor pertanian, perkebunan, pertanian, Pariwisata dan pertambangan .
“Kami memanfaatakan Momen kunjungan ini sebaik-baiknya dengan mengundang beberapa pemenang-pemenang Babel” ungkap Abdul Fatah dalam paparannya.
Usai pemaparan, Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti yang hadir bersama Anggota DPD RI lainnya, menghadiri Hudarni Rani, Zuhri M. Syazali, Darmansyah Husen, Alexander Fransiscus dan Bustami Zainudin, mengatakan sebagai Perwakilan berbagai Program yang sedang berusaha mencari tempat untuk dikunjungi. daerah. Menurutnya, semua Senator harus kerap turun ke daerah untuk menyerap aspirasi di daerah. Sebagai membawa tantangan daerah agar mendapatkan Solusi, seperti kunjungan membawa kali ini .
“Selama kunjungan sejak kemarin, kami sudah mengirimkan Aspirasi-Aspirasi yang disampaikan kepada kami,” ungkapnya sebagai tanggung jawab dan fungsinya dalam perwakilan.
Lebih lanjut menjawabnya, sebagai Pengawas pihaknya juga memastikan Program-Program pembangunan yang dicanangkan baik oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dapat berjalan dengan baik di lapangan agar 34 Provinsi mampu bersama-sama memajukan Indonesia .
Beberapa waktu lalu, telah dilakukan kunjungan ke Walikota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka hingga pertemuan Informal dengan tokoh-tokoh masyarakat, pemangku kepentingan Pemerintah dan pengusaha di Babel. Sambil berunding, Wakil Gubernur Babel melakukan penertiban .
Pengelompokkan menjadi 2 (dua) Cluster, pertama penelaahan ketat Zonasi sebab Babel memiliki beberapa sektor unggulan yang harus diakuisisi, tidak hanya terkait Pertambangan.
Persoalan kedua adalah persaingan dalam bisnis dibidang pertambangan. Tentunya Polda Babel bersama Forkompimda lainnya untuk saling bekerja sama agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat .
" Komoditi unggulan Lada Babel yang mampu menembus pasar ekspor, berkomitmen untuk mencari solusi atas terus merosotnya harga Komoditas ini.
Selain itu mendesakkan agar Pemerintah Babel mempercepat penggarapan Pariwisata Babel agar berkelas dunia melalui program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar Babel masuk dalam 10 destinasi Indonesia.
"Seharusnya jika digarap serius, sektor-sektor ini mampu menaikkan PAD Babel hingga 300 persen," Ungkapnya.
Pernyataan, atas Kewenangan Negara yang diberikan kepada DPD, pihaknya saat ini sedang membahas Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan. Menurutnya RUU ini akan sangat diperlukan untuk karakteristik daerah seperti Babel, agar mendapatkan perhatian khusus melalui Undang-Undang.*(Noviyandi)


